Selasa, 28 April 2015

Diposting oleh Dita andina di 07.19 0 komentar
Peranan Motivasi dalam Meningkatkan Kinerja Pegawai di Dinas Tenaga Kerja Kota Makassar








Disusun dan diajukan oleh :


KELOMPOK III

DITA ANDINA
(131188)
HAIRUL
(131049)
FADEL MUHAMMAD
(131189)
INDHA AULIYA
(131051)
KHAERUL MURSYIDIN
(131052)


SMA NEGERI 11 MAKASSAR
2015



KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat ALLAH SWT. Atas berkat dan rahmat-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas bahasa Indonesia tentang karya ilmiah. Shalawat yang senantiasa yang senantiasa tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW serta keluarga dan sahabat beliau.
Kami juga menyadari Karya Tulis Ilmiah ini tidak mungkin terselesaikan tanpa partisipasi semua pihak. Untuk itu kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Dra. Nurdiani sebagai guru bidang studi Bahasa Indonesia yang telah membimbing kami sehingga kami bisa menyelesaikan karya tulis ini
Suatu kebahagiaan tersendiri bagi kami dapat menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah ini meskipun melalui perjuangan dan berat dan sedikit menyita waktu, namun berkat doa dan dukungan dari semua pihak terutama keluarga, dan sahabat-sahabat, kami dapat menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah dengan baik.
Meskipun disadari Karya Tulis Ilmiah ini jauh dari kesempurnaan namun harapan kami semoga dapat bermanfaat bagi rekan-rekan XI IPA 2.






DAFTAR ISI















BAB I

PENDAHULUAN


1.1         Latar Belakang

Pengelolaan Sumber daya harus dilakukan secara akurat terutama penetapan dan penggunaannya demi mempertahankan eksistensi kelangsungan hidup perusahaan. Sumber daya manusia harus ditempatkan pada suatu jabatan yang tepat agar kelancaran dan kualitas pekerjaan dapat diwujudkan. Kemudian modal kerja yang digunakan harus jelas jumlah dan alokasinya agar tidak terjadi pemborosan biaya.
Sumber daya manusia termasuk salah satu sumber daya yang paling penting dan dominan dalam mengantar perusahaan mencapai tujuan, Tersedianya modal, peralatan (mesin) dan komponen-komponen lainnya tanpa didukung oleh kualitas sumber daya manusia yang memadai, maka sulit memperoleh laba yang besar. Oleh karena itu, efektif tidaknya penggunaan komponen-komponen yang dimiliki perusahaan sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia yang dimiliki.
Kualitas sumber daya manusia dapat diperoleh melalui beberapa upaya, diantaranya; pemberian pendidikan dan pelatihan, pembinaan disiplin, pemberian sanksi yang tegas dan penilaian prestasi kerja. Dengan pendidikan dan pelatihan, karyawan akan memperoleh tambahan pengetahuan dan ketrampilan, sehingga karyawan dapat meningkatkan kualitas kerjanya dari sebelumnya. Disiplin akan mendorong karyawan untuk konsisten terhadap waktu kerja (penggunaan jam kerja dan tingkat penyelesaian pekerjaan), sehingga pekerjaan dapat diselesaikan dengan tepat waktu. Sanksi yang tegas akan mendorong karyawan memperkecil tingkat kesalahan, sehingga pekerjaan dapat diselesaikan sesuai ketentuan yang ditetapkan.
Peningkatan kualitas sumber daya manusia tidak akan ada artinya tanpa dilandasi dengan motivasi yang tinggi dan kemauan yang besar sehingga mendorong dirinya lebih maju dan berkembang sesuai dengan kemampuannya. Indikator utama yang harus dimiliki seseorang dalam mencapai tujuan tertentu adalah bagaimana menumbuhkan motivasi tersebut, mereka dapat berusaha untuk memenuhi kebutuhan dan keinginannya melalui usaha dan kerja keras.
Motivasi sangat berhubungan dengan faktor psikologis seseorang yang mencerminkan hubungan atau interaksi antara sikap, kebutuhan dan kepuasan yang terjadi pada diri manusia sehingga dapat mempengaruhi kinerjanya. Tanpa motivasi, orang tidak akan dapat melakukan sesuatu. Motivasi yang timbul dari dalam diri manusia yang disebut dengan intrinsik dan sumber dari luar diri manusia yang disebut ekstrinsik.
Dinas Tenaga Kerja Kota Makassar adalah salah satu instansi pemerintahan yang berhubungan langsung dengan masyarakat dalam pelayanan publik. Pemberian pelayanan yang maksimal harus ditunjang dengan adanya motivasi, baik yang timbul dari dalam diri maupun dari luar diri manusia. Sehubungan dengan ini, maka penulis akan memfokuskan pembahasan tentang motivasi yang timbul dari luar diri manusia (ekstrinsik), yaitu gaji/Insentif, tunjangan hari raya, jaminan kesehatan, kebutuhan keamanan dan kebutuhan aktualisasi diri.
Berdasarkan uraian di atas,maka penulis tertarik memilih judul yaitu “Peranan Motivasi dalam Meningkatkan Kinerja Pegawai di Dinas Tenaga Kerja Kota Makassar”

1.2         Masalah Pokok

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan sebelumnya,maka permasalahan pokok penelitian ini adalah :
”Bagaimana peranan motivasi terhadap peningkatkan kinerja pegawai di Dinas Tenaga Kerja Kota Makassar?”

1.3         Tujuan dan Kegunaan Penelitian

  1. Tujuan Penelitian
Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan motivasi terhadap peningkatan kinerja pegawai di Dinas Tenaga Kerja Kota Makassar.
2.   Kegunaan Penelitian
Kegunaan dilakukan penelitian ini adalah :
a.    Sebagai bahan informasi bagi pimpinan mengenai pentingnya pemberian motivasi dalam rangka peningkatan kinerja pegawai.
b.    Sebagai bahan pustaka atau acuan, bagi pihak-pihak yang mengadakan penelitian selanjutnya.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1         Pengertian Sumber Daya Manusia dan Manajemen Sumber Daya Manusia.

   Penanganan sumber daya manusia agar lebih memberikan kontribusi positif bagi organisasi perlu dilakukan suatu manajemen terhadap sumber daya manusia untuk menggali potensi-potensi yang ada agar dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya. Sebelum membahas lebih lanjut mengenai manajemen sumber daya manusia, terlebih dahulu penulis mengutip beberapa pengertian sumber daya manusia itu sendiri.
   Menurut Hasibuan (2000:241), Sumber daya manusia adalah kemampuan terpadu dari daya fikir dengan fisik yang dimiliki seorang individu yang sangat menentukan kecepatan dan ketepatan kualitas hasil pekerjaan, sehingga bila semua jenis dan sumber tingkat kerja dipadukan dengan baik akan didapatkan irama kerja yang dinamis dan produktif.sedangkan menurut Fathoni (2006:11) sumber daya manusia adalah merupakan kekayaan yang paling penting,yang dimiliki oleh suatu organisasi sedangkan manajemen yang efektif adalah kunci bagi keberhasilan organisasi tersebut.
Kemudian Nawawi (2000:40), mendefinisikan sebagai berikut:
1.    Sumber daya manusia adalah manusia yang bekerja di lingkungan organisasi disebut juga personil, tenaga kerja atau karyawan.
2.    Sumber daya manusia adalah potensi sebagai penggerak organisasi dalam mewujudkan eksistensinya.
3.    Sumber daya manusia merupakan aset dan berfungsi sebagai modal                   (non material dan non finansial).
Beberapa pengertian yang dikemukakan di atas dapat ditarik kesimpulan sumber daya manusia adalah manusia yang bekerja dalam sebuah organisasi yang dijadikan sebagai aset dan modal dikarenakan manusia memiliki potensi yang sangat besar untuk menentukan keberhasilan organisasi dalam mewujudkan tujuannya.
Selanjutnya pengertian manajemen sumber daya manusia, penulis mengutip pendapat  Hasibuan (2006:10), manajemen sumber daya manusia adalah ilmu dan seni mengatur hubungan dan peranan tenaga kerja agar efektif dan efisien membantu terwujudnya tujuan perusahaan, karyawan dan masyarakat.
Menurut Panggabean (2002:15), manajeman sumber daya manusia dapat didefinisikan sebagai suatu proses yang terdiri atas perencanaan, pengorganisasian, pemimpinan dan pengendalian kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan analisis pekerjaan, evaluasi pekerjaan, pengadaan, pengembangan, kompensasi, promosi, dan pemutusan hubungan kerja guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan.kemudian Alwi (2001:6), mendefinisikan sebagai berikut :
1.          Manajemen sumber daya manusia adalah bagaimana orang-orang dapat dikelolah dengan cara yang terbaik dalam kepentingan organisasi.
2.          Manajemen sumber daya manusia adalah suatu metode memaksimumkan hasil dari sumber daya tenaga kerja dengan mengintegrasikan manajemen sumber daya manusai ke  dalam strategi bisnis.
3.          Manajemen sumber daya manusia adalah pendekatan yang khas terhadap manajemen tenaga kerja yang berusaha me4ncapai keunggulan kompetitif melalui pengembangan strategi dari tenaga kerja yang mampu memiliki komitmen tinggi dengan menggunakan tatanan kultur yang integrated, struktural dan tehnik-tehnik personel.
Ketiga definisi itu dikemukakan dalam visi, misi, kapasitas pengalaman praktek, kultur,lingkup organisasi dan orientasi pandangan yang mungkin yang mungkin berbeda tetapi dapat ditarik kesimpulan bahwa manajemen sumber daya manusia berkaitan dengan cara pengelolaan sumber daya insani dalam organisasi dan lingkungan yang mempengaruhinya agar mampu memberikan kontribusi secara optimal bagi tujuan organisasi.
Simamorah (1999:154), memberi pengertian bahwa manajemen sumber daya manusia adalah rangkaian mengenai strategi, proses dan aktifitas yang didesain untuk menunjang tujuan perusahaan dengan cara mengintegrasikan kebutuhan perusahaan dan individu.
Dari beberapa definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa manajemen sumber daya manusia merupan suatu proses yang mengatur hubungan dan peranan tenaga kerja yang terdiri atas perencanaan, pengorganisasian, pemimpinan, dan pengendalian kegiatan-kegiatan  yang berkaitan dengan analisis dan evaluasi pekerjaan, pengadaan, pengembangan, kompensasi, promosi, dan pemutusan hubungan kerja untuk mencapai tujuan perusahaan.

2.2         Pengertian dan Bentuk Motivasi

Motivasi untuk setiap orang adalah bagaimana merealisir konsep yang ada pada dirinya,yaitu bagaimana hidup ini dapat dijalani dalam suatu cara sesuai dengan peran dan fungsinya sehinggah dapat mencerminkan penghargaan seseorang atas kemampuan dirinya.setiap organisasi bagaimanapun besarnya akan memiliki pimpinan atau manajer, selalu bekerjasama dengan bawahannya dengan kata lain tidak bekerja sendiri, tetapi meminta bantuan orang lain untuk mengerjakan pekerjaannya. Dalam setiap usaha dimana sekelompok orang-orang melakukan pekerjaan secara bersama-sama dalam mencapai tujuan tertentu,dan untuk melaksanakan pekerjaan tersebut tentunya didasari dengan motivasi.
Motivasi berasal dari kata “movere” yang berarti dorongan atau daya penggerak yang hanya diberikan kepada manusia, khususnya kepada para bawahan atau pengikut. Motivasi mempersoalkan bagaimana caranya mendorong gairah kerja bawahan agar mereka ingia bekerja keras dengan memberikan semua kemampuan, ketrampilannya untuk mewujudkan tujuan organisasi. Pada dasarnya suatu organisasi bukan saja mengharapkan karyawan atau pegawai yang mampu, cakap,terampil tetapi yang terpenting adalah mereka ingin bekerja dan berkeinginan untuk mencapai hasil kerja yang optimal. Kecakapan dan ketrampilan karyawan tidak ada artinya bagi organisasi, jika mereka tidak memiliki keinginan untuk bekerja dengan mempergunakan kemampuan, kecakapan dan ketrampilan yang dimilikinya.namun yang perlu diketahui bahwa motivasi itu tidak dapat dipaksakan melainkan muncul dari diri sendiri, dengan demikian motivasi itu bersifat indivudual dalam arti setiap orang termotivasi oleh berbagai pengaruh hinggah berbagai tingkat.
Ada hal menarik dan perlu diamati pada perilaku manusia yang beraktivitas dalam suatu organisasi dimana ada manusia yang tidak atau kurang mampu melaksanakan tugas dan kewajibannya, ada pula yang memiliki potensi kemampuan tetapi tidak ada keinginan melaksanakan tugasnya dengan baik serta adapula yang mampu memamfaatkan potensinya dengan baik sehingga ada kemudahan memotivasi dirinya untuk melaksanakan tugas serta fungsi dengan baik,hal ini karena adanya dorongan dari dalam dan biasanya perilaku seperti ini menganggap dirinya bahagian dari organisasi tempatnya bekerja.
   Irawan, dkk, (1997:235) mengemukakan bahwa: “Motivasi adalah hasrat atau keinginan seseorang meningkatkan upaya untuk mencapai target atau hasil. Motivasi juga dapat berarti rangsangan atau dorongan untuk membangkitkan semangat seseorang atau kelompok”.
Menurut Mitchell dalam Winardi (2002:1) bahwa: … “motivasi mewakili proses-proses psikologikal, yang menyebabkan timbulnya, diarahkannya, dan terjadinya persistensi kegiatan-kegiatan sukarela (valunter) yang di arahkan kea rah tujuan tertentu”. Sedangkan Sarwoto (1997:135) mengemukakan bahwa “Motivasi adalah proses pemberian motif (penggerak) kerja kepada karyawan sedimikian rupa sehinggah bekerja dengan ikhlas demi tercapainya tujuan perusahaan”.
Menurut Manahan (2004:80) bahwa Motivasi adalah berhubungan erat dengan bagaimana perilaku itu dimulai, dikuatkan, disokong, diarahkan, dihentikan, dan reaksi subjektif macam apakah yang timbul dalam organisasi ketika semua ini berlangsung.
Indriyo dan I nyoman sudita (1997:29)  Motivasi adalah faktor-faktor yang ada dalam diri seseorang yang menggerakkan mengarahkan perilakunya untuk memenuhi tujuan tertentu.
Moekijat (1999:130) mengemukakan bahwa: Motivasi adalah setiap perasaan atau keinginan-keinginan yang sangat mempengaruhi sehingga individu didorong untuk bertindak. Motivasi adalah pengaruh kekuatan yang menimbulkan kelakuan. Motivasi adalah proses dalam menentukan gerakan atau perilaku individu.
Dari definisi diatas yang dikemukakan memberi gambaran bahwa  Motivasi adalah suatu dorongan atau keinginan dari dalam diri seseorang, yang menimbulkan rangsangan untuk bertindak melakukan suatu tindakan yang menurut penilaiannya dapat memberi mamfaat baginya agar keinginan terpenuhi. Adapun bentuk-bentuk Motivasi terdiri atas dua yaitu:
  1. Motivasi intrinsik yaitu motivasi yang timbul karena adanya faktor dari dalam diri manusia, yang dapat berupa sikap, kepribadian, pendidikan, pengalaman, pengetahuan, dan cita-cita. Hal ini merupakan bagian integral dari tugas yang dihadapi dan ditentukan oleh individu yang melaksanakan tugas tersebut.
  2. Motivasi ekstrinsik yaitu motivasi yang timbul karena adanya faktor dari luar diri manusia dan tidak tergantung pada tugas yang dilaksanakan tetapi dikendalikan pihak lain, faktor ini dapat berupa gaya kepemimpinan seorang atasan, dorongan atau bimbingan seseorang, perkembangan situasi dan sebagainya. Misalnya: Insentif/gaji,  tunjangan hari raya, jaminan kesehatan, kebutuhan keamanan, kebutuhan aktualisasi diri dan sebagainya.

2.3         Asumsi Dasar Motivasi

Menurut Winardi (2001:67) motivasi mempunyai hubungan dengan perilaku manusia, dimana dalam pelaksanaannya dilandasi oleh beberapa asumsi dasar yaitu :
1.    Ada pendapat umum yang menyatakan, bahwa motivasi merupakan suatu hal yang baik. Motivasi sangat memberikan energi positif karena dapat memacu semangat dan perasaan yang enak dalam menyelesaikan suatu pekerjaan.
2.    Motivasi merupakan salah satu diantara berbagai macam faktor yang masuk ke dalam kinerja seseorang. Hal yang juga tidak kalah pentingnya adalah faktor-faktor seperti kemampuan, sumber-sumber daya, dan kondisi-kondisi di mana seseorang bekerja.
3.    Motivasi merupakan hal yang langkah dan memerlukan penggantian secara periodik. Teori motivasi dan praktik-praktik motivasional berkaitan dengan proses-proses yang tidak pernah berakhir, hal mana berlandaskan asumsi, bahwa motivasi dapat menguap dengan berlangsungnya waktu.
4.    Motivasi merupakan sebuah alat dengan apa para pimpinan dapat mengatur hubungan-hubungan pekerjaan di dalam organisasi-organisasi. Apabila para pimpinan memahami apa yang merangsang orang-orang yang bekerja untuk mereka, maka mereka dapat menyesuaikan tugas-tugas pekejaan dan imbalan-imbalan demikian rupa hingga orang-orang tersebut bergairah untuk bekerja.   

2.4         Pengertian dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja

Istilah kinerja berasal dari kata job performance atau actual performance (prestasi kerja atau prestasi sesungguhnya yang dicapai oleh seseorang). Pengertian kinerja (prsetasi kerja) adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya.
Lembaga Administrasi Negara (1999 : 3) “memberikan pengertian kinerja adalah gambaran mengenai tingkat pencapaian pelksanaan dalam mewujudkan sasaran, tujuan, misi, dan visi organisasi”.
Kinerja diatas ditujukan pada suatu bentuk organisasi yang artinya adalah kemampuan organisasi dalam melaksanakan suatu program yang telah disusun untuk mencapai apa yang jadi tujuan, sasaran, visi dan misi organisasi antara hasil yang dicapai (output) dengan yang dikorbankan (input)
Atmosudirjo (1997 : 11) menyatakan “bahwa kinerja berarti prestasi kerja atau prestasi penyelenggaraan sesuatu”. Pengertian ini cukup sesderhana, tetapi mengandung makna yang sangat luas, dimana kinerja dikatakan sebagai suatu prestasi prestasi yang dimaksud disini tidak semata-mata apa yang telah dicapai tetapi harus diukur berapa besar pengorbanan yang harus ditanggung dalam mencapai hasil.
Kinerja sebagai suatu perbuatan yang ditujukan oleh organisasi dalam melaksanakan aktifitasnya, maka kinerja harus nyata terlihat, dapat diamati dan dapat diukur.
Irawan dkk (1997 : 12) memberikan defenisi sebagai berikut : “Kinerja (performance) adalah hasil kerja yang bersifat kongkrit, dapat diamati dan dapat diukur”.
Menurut Moelyono (1997 : 187) “Kinerja adalah sesuatu yang dicapai atau prestasi yang dapat diperhatikan”.
Menurut Prwawirosentono (1999 : 136) didalam organisasi dikenal 3 jenis Kinerja yaitu :
1.    Kinerja administrasi (operation performance)
2.    Kinerja operasi ( operation performance)
3.    Kinerja strategi (strategic performance)
untuk memperjelas ketiga jenis kinerja di atas akan dikemukakan sebagai berikut :
1.    Kinerja administrasi (operation performance)
Kinerja administrasi berkaitan dengan kinerja organisasi termasuk didalamnya tentang struktur administrative yang mengatur hubungan otoritas (wewenang) dan tanggungjawab dari orang yang menduduki jabatan atau bekerja pada unit – unit kerja yang terdapat dalam organisasi, disamping itu kinerja administrasi berkaitan dengan kinerja dari mekanisme aliran informasi antara unit kerja dalam organisasi, agar tercapai sinkronisasi kerja antara unit kerja.
2.    Kinerja Operasi (operation performance)
Kinerja operasional berkaitan dengan aktivitas penggunaan setiap sumber daya yang ada dalam organisai. Kemampuan mencapai efektifitas penggunaan sumber daya tergantung sumber daya manusia yang mengerjakannya. Seseorang pimpinan harus mempunyai kemampuan untuk mengelola sumber daya dapat mengancam kelangsungan hidup organisasi.
3.    Kinerja strategi (strategic performance)
Kinerja strategi dievaluasi atas ketetapan dalam memiliki lingkungan dan kemampuan adaptasi (penyesuaian) atas lingkungan. Biasanya kebijaksanaan strategi dipegang oleh atasan (manajemen tingkat tinggi) karena menyangkut strategi menghadapi pihak luar dalam berhubungan dengan organisasi.
Tingkat kinerja dari setiap tenaga kerja dalam suatu perusahaan biasanya bervariasi. Menurut Kusharianto (1997:6), hal ini disebabkan oleh beberapa faktor antara lain, pendidikan dan keterampilan, motivasi, tingkat penghasilan, lingkungan dan iklim kerja, dan teknologi manajemen.
  1. Pendidikan dan keterampilan
            Untuk memproleh tingkat kinerja yang tinggi, tingkat pendidikan dan keterampilan mempunyai peranan yang sangat penting pada posisinya, sebab hal ini sangat menunjang dari kinerja seseorang tenaga kerja.
  1. Motivasi (dorongan)
            Motivasi atau dorongan juga merupakan satu sisi yang tidak dapat dilupakan dalam rangka memacu kinerja. Sampai sejauhmana pengaruh dapat memunculkan keinginan seseorang untuk melakukan proses produksi dengan baik sesuai yang diinginkan perusahaan.
  1. Tingkat Penghasilan
            Menurut Heidjarachman (1998:153), ada beberapa sifat mendasar yang perlu diperhatikan agar sistem Insentif (insentif) tersebut berhasil, yaitu:
(1)          Hendaknya pembayaran dilaksanakan sederhana agar dapat dimengerti dan dihitung oleh karyawan sendiri.
(2)          Penghasilan yang diterima tersebut hendaknya langsung output dan efisien.
(3)          Pembayaran dilakukan secepat mungkin.
(4)          Standar kerja hendaknya dilaksanakan secara hati-hati, jangan terlalu tinggi dan jangan terlalu rendah.
(5)          Besarnya Insentif normal dengan standar kerja pertama, hendaknya cukup merangsang karyawan untuk bekerja lebih giat.

2.5         Model Teori Motivasi

Dalam tulisan ini akan dikemukakan beberapa model tentang teori motivasi yang dikemukakan oleh beberapa ahli dalam bidangnya yang antara lain :
1.    Teori Hirarchi Needs dari Moslow (Winardi 2002 : 75)
Adapun inti dari teori moslow adalah bahwa kebutuhan manusia tersusun dalam suatu hirarki kebutuhan yang terdiri atas: (1).Kebutuhan pisikologis, (2).kebutuhan keamanan, (3).kebutuhan social, (4).kebutuhan penghargaan, (5).kebutuhan aktualisasi diri.
Moslow dalam teorinya mengasumsikan bahwa manusia berusaha untuk memenuhi kebutuhan yang lebih pokok sebelum mengarahkan perilakunya untuk memenuhi kebutuhannya yang lebih tinggi. Hal yang sangat penting untuk dipahami dari teori Moslow adalah bahwa apabila suatu kebutuhan telah terpenuhi maka daya motivasinya akan menurun.


2.    Teori ERG dari Aldeper (Winardi 2002 : 76)  Teori ini mencoba memodifikasi atau memformulasikan teori yang dikemukakan oleh Moslow dalam bentuk lain. Namun, Aldeper setuju dengan apa yang dikemukakan Moslow, bahwa setiap manusia mempunyai kebutuhan yang tersusun dalam suatu hirarki tetapi hirarki kebutuhan manusia meliputi 3 tingkatan kebutuhan yaitu :
a.    Existency, merupakan kebutuhan yang dipuaskan oleh faktor–faktor yang meliputi makanan, miniman, udara, Insentif dan kondisi kerja.
b.    Reelatednees, adalah kebutuhan yang dipuaskan oleh adanya hubungan social dan hubungan yang dipuaskan oleh adanya hubungan social dan hubungan antar pribadi yang bermanfaat.
c.    Growth, adalah kebutuhan dimana individu merasa puas dengan membuat sesuatu kontribusi (sumbangan) yang kreatif dan produk.
3.    Teori dua faktor dari Herzberg (Indriyo dan I nyoman sudita 2000:35)
Teori dua faktor dikemukakan oleh Herzberg yang di hasilkan dari suatu penelitian terhadap 200 0rang akuntan dan insinyur.dari hasil penelitian Herzberg menyimpulkan dua hal atau dua faktor sebagai berikut:
a.    Sejumlah kondisi ekstrinsik pekerjaan (extrinsic job conditions), yang apabila kondisi itu tidak ada, menyebabkan ketidakpuasan di antara para karyawan. Faktor-faktor ini berkaitan dengan keadaan pekerjaan (job context) yang meliputi sebagai berikut:
i.          gaji
ii.        jaminan pekerjaan
iii.       kondisi kerja
iv.       status
v.        kebijakan perusahaan
vi.       kualitas supervisi
vii.      kualitas hubungan pribadi dengan atasan,bawahan dan sesama pekerja
viii.    jaminan sosial
b.    Sejumlah kondisi intrinsik pekerjaan (intrinsic job conditions), yang apabila kondisi tersebut ada dapat berfungsi sebagai motivator, yang dapat menghasilkan prestasi kerja yang baik. Faktor-faktor pemuas tersebut adalah seperti dibawah ini:
i.          prestasi
ii.        pengakuan
iii.       pekerjaan itu sendiri
iv.       tanggung jawab
v.        kemajuan-kemajuan
vi.       pertumbahan dan perkembangan pribadi
Kesimpulan dari teori ini adalah lebih menekankan bahwa pada prinsipnya manusia atau individu mempunyai kebutuhan eksistensi, keterkaitan dan pertumbuhan. Sehingga setiap individu akan termotivasi untuk melakukan sesuatu untuk memenuhi salah satu dari ketiga perangkat kebutuhannya. Dalam penelitian ini, peneliti lebih cenderung menggunakan teori motivasi yang dikemukakan oleh Moslow karna  pegawai dapat termotivasi untuk bekerja guna memenuhi kebutuhan hidup, mulai dari kehidupan dasar sampai pada kebutuhan aktualisasi diri

2.6         Pengertian Karyawan

Membahas masalah karyawan sama halnya dengan membahas soal personalia atau pegawai. Keduanya mempunyai arti yang sama, yaitu urusan personalia atau seluruh kegiatan yang berkaitan dengan personalia, pegawai atau tenaga kerja. Dalam penjelasan Undang-undang tentang Pokok-pokok kepegawaian, pada umumnya yang dimaksud dengan kepegawaian adalah segala hal mengenai kedudukan, kewajiban, hak, dan pembinaan Pegawai Negeri. Oleh karena itu, istilah kepegawaian lebih umum dipergunakan dikalangan pemerintah. Sedangkan istilah personalia lebih dikenal dikalangan badan-badan usaha swasta. Menurut syafaruddin (2001:21), Karyawan adalah investasi (human investment) bagi organisasi sehingga mereka bukanlah alat produksi tetapi sebagai partner bagi manajer dalam mencapai tujuan organisasi.
Hasibuan (2006:12) mendefinisikan bahwa Karyawan adalah perencana, pelaku, dan selalu berperan aktif dalam setiap aktivitas perusahaan.
Secara garis besar karyawan (pegawai,tenaga kerja,personalia) adalah orang-orang yang dipekerjakan pada sebuah badan usaha atau organisasi bisnis yang turut membantu proses kegiatan usaha.

2.7         Pengertian Insentif
Insentif adalah salah satu jenis penghargaan yang dikaitkan dengan prestasi kerja. Semakin tinggi prestasi kerjanya, semakin besar pula insentif yang diberikan. Fungsi utama dari insentif adalah memberikan tanggung jawab dan dorongan kepada karyawan dalam memperbaiki kualitas dan kuantitas hasil kerjanya, jika insentif yang diterima tidak dikaitkan dengan prestasi kerja  tetapi bersifat pribadi maka akan merasakan adanya ketidakadilan. Dan ketidakadilan ini dapat mengakibatkan ketidakpuasan yang pada gilirannya mempengaruhi perilaku, seperti ketidakhadiran dan prestasi kerja. Insentif merupakan penghargaan dalam bentuk uang yang diberikan kepada mereka yang dapat bekerja melampaui standar yang telah ditentukan. Pengertian insentif menurut Panggabean (2002:77) Insentif adalah imbalan langsung yang dibayarkan kepada karyawan karena kinerjanya melebihi standar yang ditentukan. Abi (2000:89) berpendapat bahwa penghargaan berupa insentif atas dasar prestasi kerja yang tinggi merupakan rasa pengakuan dari pihak organisasi terhadap prestasi karyawan dan distribusi kepada organisasi. Sedangkan pengertian Insentif menurut Herjdrachman (1998:89) Insentif merupakan suatu bentuk motivasi yang dinyatakan dalam bentuk uang. Begitu pula  Handoko (1999:89) mengemukakan insentif adalah untuk meningkatkan motivasi karyawan dalam upaya mencapai tujuan-tujuan organisasi. Berdasarkan pendapat dari beberapa ahli dapat disimpulkan pengertian Insentif adalah suatu penghargaan dalam bentuk uang yang diberikan oleh pihak pemimpin organisasi kepada karyawan agar mereka bekerja dengan motivasi yang tinggi dan berprestasi dalam mencapai tujuan-tujuan organisasi atau dengan kata lain, insentif merupakan pemberian uang diluar gaji yang dilakukan oleh pihak pimpinan organisasi sebagai pengakuan terhadap prestasi kerja dan kontribusi kepada organisasi. 

2.7         Kerangka Pikir

Peningkatan tenaga kerja yang produktif sangat diprioritaskan melalui berbagai usaha untuk menumbuhkan kegairahan bekerja, maka perlu diperhatikan faktor pendukung bagi para pegawai sehingga dapat meningkatkan kinerja pegawai. Oleh sebab itu pegawai perlu dimotivasi.
Motivasi dimaksudkan dalam rangka memberikan dorongan untuk mencapai suatu tujuan dan sasaran. Manusia mempunyai berbagai kebutuhan, dan berbagai kebutuhan ini dicoba untuk dijadikan sebagai suatu intensif sebagai magnet yang digunakan untuk menarik dan mengarahkan berbagai motif perseorangan. Dengan demikian dapatlah dikatakan bahwa motivasi pada dasarnya adalah suatu kondisi mental yang mendorong dilakukannya suatu tindakan dan memberi kekuatan yang mengarah pada pencapaian kebutuhan, memberi kepuasan ataupun mengurangi ketidakseimbangan.
Oleh karena itu tidak ada motivasi jika tidak dirasakan adanya kebutuhan dan kepuasan tersebut. Rangsangan-rangsangan terhadap hal-hal semacam di atas yang akan menumbuhkan motivasi dan motivasi yang telah tumbuh dapat menjadikan penggerak adalah dorongan untuk mencapai tujuan pemenuhan dan mencapai keseimbangan.
Motivasi sebagai daya pendorong/perangsang pekerja untuk meningkatkan produktivitasnya dapat berupa Material In Incentive dan Non material Incentive. Material Incentive adalah motivasi yang bersifat material sebagai imbalan prestasi yang diberikan kepada karyawan, dimana motivasi ini dapat berupa uang dan barang – barang, sedangkan Non Material Incentive adalah merupakan motivasi (daya perangsang) yang tidak berbentuk materi, yaitu penempatan tenaga kerja sesuai dengan bidangnya, pekerjaan yang terjamin, piagam penghargaan, bintang jasa, perlakuan yang layak, dan lain-lain.
Dalam hal ini, maka penulis akan memfokuskan pembahasan tentang motivasi yang timbul dari luar diri manusia (ekstrinsik), yaitu gaji/Insentif, tunjangan hari raya, jaminan kesehatan, kebutuhan keamanan dan kebutuhan aktualisasi diri

SKEMA KERANGKA PIKIR
 











Gambar 1. Skema kerangka pikir



2.8         Hipotesis

Diduga bahwa pemberian motivasi ekstrinsik dalam bentuk insentif  dapat meningkatkan kinerja pegawai pada Dinas Tenaga Kerja Kota Makassar.















BAB III

METODE PENELITIAN


3.1        Tempat dan Waktu  Penelitian


3.2         Metode Pengumpulan Data

Upaya yang dilakukan dalam rangka pengumpulan data untuk melengkapi penulisan ini digunakan pengumpulan data sebagai berikut :
  1. Penelitian pustaka (library research) penelitian ini dilakukan untuk memperoleh informasi dan landasan teori dari berbagai literatur dan media lainnya yang dipakai sebagai acuan pembahasan.
  2. Penelitian lapang (field research) adalah penelitian langsung kelapangan dimana penulis turun langsung mengambil data yang erat kaitannya dengan materi penelitian.




3.3         Jenis dan Sumber Data

  1. Jenis Data
Dalam penulisan ini, jenis data yang digunakan adalah :
a.    Data Kuantitatif adalah data dari perusahaan yang berupa angka-angka.
b.    Data Kualitatif adalah data yang diperoleh dari perusahaan dalam bentuk informasi baik lisan maupun tulisan.
2.    Sumber Data
Sumber data yang digunakan untuk menunjang penelitian ini adalah :
a.    Data Primer, yaitu data yang diperoleh langsung dari hasil observasi dan wawancara langsung dengan pihak-pihak yang terkait dalam instansi.
b.    Data Sekunder, yaitu data yang diperoleh dari dokumen-dokumen serta bahan-bahan tertulis lainnya dari instansi yang bersangkutan yang erat hubungannya dengan penelitian ini.

3.4         Defenisi Operasional

Dalam rangka menyatukan persepsi dalam penelitian ini maka dirumuskan defenisi operasionalnya. Adapun defenisi operasional dalam penelitian ini adalah “peranan motivasi dalam meningkatkan kinerja pegawai Dinas Tenaga Kerja dan transmigrasi Kota Makassar” dimaksudkan bahwa motivasi yang diberikan kepada pegawai berdampak positif dalam rangka meningkatkan kinerja. Adapun indicator adalah :
1.    Motivasi merupakan suatu proses untuk menumbuhkan semangat yang mendorong individu untuk bertindak dan bekerja giat untuk mencapai hasil yang optimal.
2.    Kinerja/prestasi kerja adalah hasil kerja yang dicapai seseorang pegawai dalam melaksanakan tugas yang dibebankan kepadanya.
3.    Insentif adalah penghargaan dalam bentuk uang yang diberikan kepada mereka yang dapat bekerja melampaui standar yang telah ditentukan.
4.    Motivasi ekstrinsik yaitu motivasi yang timbul karena adanya faktor dari luar diri manusia dan tidak tergantung pada tugas yang dilaksanakan tetapi dikendalikan pihak lain, faktor ini dapat berupa gaya kepemimpinan seorang atasan, dorongan atau bimbingan seseorang, perkembangan situasi dan sebagainnya.
5.    Karyawan (pegawai,tenaga kerja,personalia) adalah orang-orang yang dipekerjakan pada sebuah badan usaha atau organisasi bisnis yang turut membantu proses kegiatan usaha.perkembangan situasi dan sebagainya.

3.5         Metode Analisis

Untuk membuktikan hipotesis yang diajukan maka digunakan metode analisis :
a.        Analisis deskriptif, digunakan untuk menjelaskan peranan  peranan motivasi dalam meningkatkan kinerja pegawai di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Makassar.
b.        Untuk mengetahui pengaruh faktor yang mempengarui motivasi kerja, maka dipakai analisis koefisien determinasi sebagai berikut:
                        n ∑ XY - ∑X. ∑Y
r =
           √ (n. ∑X² - (∑X)²) √ (n. ∑Y² - (∑Y)²)
        
Dimana:
r =     Koefisien korelasi yang bermaksud melihat hubungan insentif terhadap motivasi kerja pegawai.
n =   Jumlah pemberian insentif / tahun
x =    Jumlah insentif.
y =    Tingkat insentif








BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

  4.1        Kesimpulan

Dari uraian diatas, maka pada sub bagian ini akan dikemikakan beberapa kesimpulan sebagai berikut :
1.    Motivasi kerja dan kinerja pegawai dapat ditingkatkan apabila sistem pemberian insentif didasarkan pada motivasi kerja dan tingkat kemampuan daripada pegawai
2.    Dalam merealisasikan pemberian Insentif beserta tunjangan lainnya terhadap pegawai tetap maupun honorer yaitu apabila mencapai target yang telah ditentukan maka dapat memperoleh tambahan atau bonus lebih banyak sesuai yang telah ditentukan oleh Kepala Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Makassar.
3.    Hasil perhitungan analisis bahwa nilai determinasi adalah 0,90 yang artinya tingkat insentif terhadap motavasi kerja pegawai berpengaruh 100% yang berarti hipotesis dapat diterima.

4.2         Saran

Adapun yang menjadi saran-saran untuk Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Makassar antara lain :
1.        Perlu mengadakan penilaian terhadap pegawai yang termotivasi baik untuk meningkatkan kesejahteraannya.
2.        Pimpinan harus memperhatikan kesejahteraan pagawainya dengan cara menaikkan insentif pegawai agar termotivasi untuk bekerja.





















DAFTAR PUSTAKA


Alwi, Syafaruddin. 2001. Manajemen Sumber Daya Manusia. Penerbit BPFE, Yogyakarta.

Anonim, 2000. Undang-undang Otonomi Daerah 1999 dan Juklak. Cetakan pertama, Penerbit Sinar Grafika, Jakarta.

Arikunto, Suharsimi. 1997. Proseduer penelitian Suatu Pendekatan Praktek, Penerbit Bumi Aksara, Jakarta.

Girosudarmo, I. Dan Sudita, N. 2000. Perilaku Keorganisasian. Penerbit BPFE, Yogyakarta. 

Hasibuan, S.M. 2006. Manajemen Sumber Daya Manusia. Penerbit: Bumi Aksara, Jakarta.

Irawan, dkk. 1997. Manajemen Unjuk Kerja. Penerbit Gramedia. Jakarta.

                      1997. Manejemen Sumber Daya Manusia. Penerbit Gramedia, Jakarta.

Kusharyanto, Bambang. 1997. Manajemen Personalia, Liberty, Yokyakarta.

Moekijat. 1999. Manajemen Sumber Daya Manusia (Manajemen Kepegawaian). Penerbit CV. Mandar Maju, Bandung.

Moelyono. 1997. Kamus Besar Indonesia. Penerbit Gramedia, Jakarta.

Nawawi, H.H. 1998. Manajemen Sumber Daya Manusia. Cetakan Ke Tiga. Penerbit: Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Fhathoni, A.R. 2006. Manajemen Sumber Daya Manusia. Penerbit: PT. Rinka Cipta, Jakarta.

Panggabean, S.M. 2002. Manajemen Sumber Daya Manusia. Penerbit: Ghalia Indonesia, Jakarta.

Sarwoto. 1997. Dasar-dasar Organisasi Manajemen. Penerbit Ghalia Indonesia, Jakarata.

Sujak, Abi, 2000. Manajemen Personalia, Edisi Kelima, Cetakan Pertama, Yokyakarta. BPFE.

Sularso, Sri. 2003. Metode Penelitian Akuntansi: Sebuah Pendekatan Replikasi. Edisi 2003/2004. Cetakan Pertama. Penerbit BPFE-Yogyakarta, Yogyakarta.

Tampubolon, P. Manahan. 2004. Perilaku Keorganisasian. Penerbit Ghalia Indonesia, Jakarta.

Winardi, J. 2002. Motivasi dan Pemotivasian Dalam Manajemen. Penerbit Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Wursanto, IG. 2003. Manajemen Kepegawaian 1. Cetakan Ke 10. Penerbit: Kanisius (Anggota IKAPI), Yogyakarta.



Curiculum Vitae






Nama                                     : Hairul
Tempat, Tanggal Lahir        : Ujung Pandang, 7 September 1998
Jenis Kelamin                      : Laki-Laki
Motto                                      : Jagalah hatimu dekat dengan Tuhan
Hobi                                        : Main bola dan game online
Riwayat Pendidikan            :
o   SD INPRES MAMAJANG 1 MAKASSAR
o   SMP NEGERI 29 MAKASSAR
o   SMA NEGERI 11 MAKASSAR
Pengalaman Organisasi    : Elite SMA NEGERI 11 MAKASSAR



Nama                                     : Dita Andina
Tempat, Tanggal Lahir        : Ujung Pandang, 3 April 1998
Jenis Kelamin                      : Perempuan
Motto                                      : Bahkan dengan tersenyum masalahmu akan                                        menghilang
Hobbi                                                 : Dengar Musik & Membaca Buku
Riwayat Pendidikan            :
o   TK Aisyah Mustakfainal Ahyar
o   SD INPRES TODDOPULI 1 MAKASSAR
o   SMP NEGERI 13 MAKASSAR
o   SMA NEGERI 11 MAKASSAR
Pengalaman Organisasi    :
o   Pramuka SD INPRES TODDOPULI I Makassar (2009)
o   Osis SMP NEGERI 13 MAKASSAR (2012)
o   Sunrise SMA NEGERI 11 MAKASSAR (2014)




Nama                                                 : Indha Auliya .R
Tempat, Tanggal Lahir        : Ujung Pandang, 14 Maret 1998
Jenis Kelamin                      : Perempuan
Motto Hidup                          : Semua manusia, sama di mata Tuhan.
Hobbi                                     : Dengan Musik & Nonton Film
Riwayat Pendidikan            :          
o   TK Aisyah Bustanul Alfa
o   SD NEGERI SUDIRMAN 2
o   SMP NEGERI 8 MAKASSAR
o   SMA NEGERI 11 MAKASSAR
Riwayat Organisasi : Palang Merah Indonesia Madya 08




Nama                                     : Fadel Muhammad Pratama
Tempat, Tanggal Lahir        : Ujung Pandang, 16 Mei 1998
Jenis Kelamin                      : Laki-Laki
Motto                                      : Janganlah meminta bukti bahwa doamu akan di jawab oleh Tuhan tetapi buktikanlah kesungguhan dari doamu
Hobbi                                                 :Bermain bola
Riwayat Pendidikan            :
o   SD INP UNGGULAN BTN PEMDA
o   SMP NEGERI 4 SUNGGUMINASA
o   SMA NEGERI 11 MAKASSAR
Pengalaman Organisasi :
o   Pramuka SD INP UNGGULAN BTN PEMDA
o   Futsal SMP NEGERI 4 SUNGGUMINASA
o   Futsal & Paskibra SMA NEGERI 11 MAKASSAR




Nama                                     :  Khaerul Mursyidin Darwing
Tempat, Tanggal Lahir        : Soppeng, 18 Februari 1999
Jenis Kelamin                      : Laki-Laki
Motto                                      : Bukan kurangnya bakat atau tidak adanya modal yang menghalangi kita dari sukses, tapi tidak cukupnya keberanian
Hobbi                                     : Bermain Bola
Riwayat Pendidikan                                    :
o   TK SANUR
o   SD INPRES JONGAYA 1
o   SMP NEGERI 3 MAKASSAR
o   SMP UNISMUH MAKASSAR
o   SMA NEGERI 11 MAKASSAR

Riwayat Organisasi             : Futsal SMA NEGERI 11 MAKASSAR 
 

story of my life Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template | Ugg Boots Sale | web hosting