|
“Peranan Hormon Estrogen dan Progesteron dalam Teknologi
KB(Keluarga Berencana)”
Disusun oleh :
Nama :
Dita Andina
Kelas
: XI IPA 2
NIS
: 131188
No. urut
: 12
Mata pelajaran: Biologi
Guru B.Studi
:ibu Warniaty S.Pd
SMA NEGERI
11 MAKASSAR
Dengan
memanjatkan puji syukur kehadirat ALLAH SWT. Atas berkat dan rahmat-Nya
sehingga kami dapat menyelesaikan tugas Biologi
tentang makalah yang berjudul “Peranan
Estrogen dan Progesteron dalam Teknologi KB(Keluarga Berencana)”. Shalawat
yang senantiasa yang senantiasa tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW serta
keluarga dan sahabat beliau.
Kami
juga menyadari makalah ini tidak mungkin terselesaikan tanpa partisipasi semua
pihak. Untuk itu kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya dan
penghargaan yang setinggi-tingginya kepada ibu Warniaty S.Pd sebagai guru
bidang studi Biologi yang telah membimbing kami sehingga kami bisa
menyelesaikan makalah ini
Suatu
kebahagiaan tersendiri bagi kami dapat menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah ini
meskipun melalui perjuangan dan berat dan sedikit menyita waktu, namun berkat
doa dan dukungan dari semua pihak terutama keluarga, dan sahabat-sahabat, kami
dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik.
Meskipun
disadari Makalah ini jauh dari kesempurnaan namun harapan kami semoga dapat
bermanfaat bagi rekan-rekan XI IPA 2.
Makassar, April 2015
Penulis
DAFTAR
ISI
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Pada manusia dan beberapa binatang, progesteron
diproduksi di ovarium (khususnya setelah ovulasi di corpus luteum), pada otak,
selama kehamilan, dan pada plasenta. Pria dan wanita sama-sama memproduksi
progesteron, namun wanita tercatat memproduksi hormon progesteron dua kali
lebih banyak dibanding pria. Wanita menggunakan progesteron bersama dengan
hormon wanita lain seperti estrogen untuk memfasilitasi proses reproduksi.
Progesteron ditemukan di ovarium, kelenjar adrenal, dan plasenta.
Kelenjar Kelamin Wanita (Ovarium), Menghasilkan sel telur
(ovum) dan hormon yang meliputi sebagai berikut.
a. Estrogen dihasilkan oleh sel-sel folikel.
b. Progesteron, dihasilkan oleh korpus luteum, yaitu bekas
folikel yang telah ditinggalkan ovum.
Kontrasepsi adalah alat untuk mencegah kehamilan setelah
berhubungan intim. Alat ini atau cara ini sifat tidak permanen dan memungkinkan
pasangan untuk mendapatkan anak apabila diinginkan. Ada berbagai macam jenis teknologi
KB yaitu :
1. Pil KB
2. Kondom
3. KB Suntik
4. IUD/ AKDR ( Alat
Kontrasepsi Dalam Rahim )
1.2
Rumusan
Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan
sebelumnya,maka permasalahan pokok penelitian ini adalah :
1. Apakah yang dimaksud dengan sistem hormone
2. Apakah yang dimaksud dengan hormone estrogen dan
progesterone?
3. Apakah yang dimaksud dengan teknologi KB(Keluarga
Berencana)?
4. Bagaimanakah peranan hormone estrogen dan progesterone
pada teknologi KB(Keluarga Berencana)
1.3
Tujuan
dan manfaat
a.
Tujuan
Tujuan
yang utama untuk mengembangkan materi pembelajaran biologi dan agar dapat
mencapai tujuan pembelajaran yaitu mengetahui peranan hormon estrogen dan
progesteron pada teknologi KB
b. Manfaat
1. Teman-teman dan pembaca dapat mengetahui Apa yang
dimaksud dengan sistem hormone
2. Teman-teman dan pembaca dapat mengetahui Apa yang
dimaksud dengan hormone estrogen dan progesterone?
3. Teman-teman dan pembaca dapat mengetahui Apa yang
dimaksud dengan teknologi KB(Keluarga Berencana)?
4. Teman-teman dan pembaca dapat mengetahui Bagaimana peranan
hormone estrogen dan progesterone pada teknologi KB(Keluarga Berencana)
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1
Sistem
Hormon
Hormon
berasal dari bahasa homaein yang berarti memacu. Hormon dihasilkan oleh
kelenjar endokrin atau kelenjar buntu dan berfungsi untuk mengatur metabolism,
pertumbuhan, perkembangan, reproduksi, dan tingkah laku. Hormone dibutuhkan
pleh tubuh dalam jumlah sedikit tetapi mempunyai pengaruh besar.
Pada
hakekatnya hormone dan saraf memiliki persamaan tugas dalam pengaturan kegiatan
kegiatan tubuh. Perbedaannya meliputi kecepatan kerjanya, banyaknya organ tubuh
yang dipengaruhi, kecepatan reaksi, dan sistem peredarannya. Perhatikan tabel
berikut ini
Tabel perbedaan antara
sistem saraf dengan hormon
Sistem
Saraf
|
Sistem Hormon
|
Mengantarkan rangsangan dengan cepat
|
Mengantarkan rangsangan dengan lembut
|
Mengantarkan rangsangan secara kurang
teratur
|
Mengantarkan rangsangan secara teratur
|
Rangsangan melalui serabut saraf
|
Rangsangan melalui darah
|
Hormon
dihasilkan oleh kelenjar endokrin. Kelenjar endokrin tidak mempunyai saluran
khusus sehingga juga disebut kelenjar buntu. Hormon dihasilkan oleh sel-sel
kelenjar endokrin bila ada rangsangan saraf yang sesuai. Hormon diproduksi
dalam jumlah yang sangat sedikit. Kemudian hormon diangkut oleh darah menuju ke
sel, jaringan, atau organ target. Pada organ target, hormon mempengaruhi
aktivitas enzim khusus, sehingga dapat mengatur berbagai aktivitas tubuh
seperti metabolisme, reproduksi, pertumbuhan, dan perkembangan. Kelenjar
endokrin pada manusia meliputi kelenjar hipofisis, tiroid, paratiroid, kelenjar
adrenal, kelenjar kelamin, dan pankreas (kelenjar pulau-pulau langerhans).
A.
Kelenjar Hipofisis
Hipotalamus
memainkan peranan penting dalam koordinasi sistem saraf dan hormone. Misalnya,
otak mengirimkan informasi sensoris mengenai perubahan musim dan ketersediaan
pasangan kawin ke hipotalamus melalui sinyal saraf. Kemudian, hipotalamus akan
memicu pembebasan hormone reproduksi yang diperlukan untuk perkawinan.
Kelenjar
hipofisis terletak di dasar otak, ukurannya sebesar biji ercis. Meskipun
ukurannya kecil, kelenjar hipofisis berperan penting dalam sistem koordinasi
tubuh. Kelenjar hipofisis mensekresikan berbagai macam hormon yang mengatur
berbagai kegiatan dalam tubuh (mastergland).
Hipotalamus menyekresikan dua buah
hormone, yaitu hormon pembebas (releasing hormone) yang memacu kelenjar
hipofisis untuk menyekresikan hormon-hormonnya dan hormon penghambat
(inhibiting hormone) yang membuat kelenjar hipofisis berhenti menyekresikan
hormon. Setiap hormon yang dikeluarkan oleh kelenjar hipofisis dikontrol oleh
paling tidak satu hormone pembebas dan penghambat yang dihasilkan oleh
hipotalamus.
Kelenjar
hipofisis terdiri atas tiga lobus, yaitu lobus anterior, intermediate, dan
posterior. Ketiga lobus ini menghasilkan banyak hormon yang sangat penting bagi
tubuh kita. Karena itu, kelenjar hipofisis disebut juga master of gland.
Hormon-hormon yang disekresikan oleh hipofisis dan fungsinya dapat dilihat pada
tabel berikut.
Tabel hormon-hormon yang
dihasilkan kelenjar hipofisis
Hormone
|
Fungsi
|
Lobus
anterior
|
Memicu pertumbuhan dengan meningkatkan laju pembentukan
protein di dalam sel.
|
Hormone pertumbuhan
|
|
Laktotropik hormone (LTH)
|
Merangsang produksi air susu
|
Thyroid stimulating
hormone (TSH)
|
Mengontrol sekresi hormone oleh kelenjar tiroid
|
Adrenocorticotropic
hormone (ACTH)
|
Mengontrol sekresi hormone oleh korteks adrenal
|
Follicle stimulating
hormone (FSH)
|
1. Pada
wanita, merangsang perkembangan folikel pada ovarium dan sekresi estrogen
2. Pada
pria, memicu testis untuk menghasilkan sperma
|
Luiteinizing hormone (LH)
|
1. Pada
wanita, menstimulasi ovulasi dan sekresi progesterone
2. Pada
pria, menstimulasi sel interstisial untuk menghasilkan testosteron
|
Lobus
intermediat
|
Mempengaruhi pigmentasi kulit
|
Melanosit stimulating
hormone (MSH)
|
|
Lobus
posterior
|
|
Hormon antidiuretik (ADH)
atau vasopresin
|
Menurunkan volume urin dengan cara menyerap air dari
ginjal dan meningkatkan tekanan darah
|
Oksitosin
|
Memacu kontraksi uterus selama proses melahirkan dan
kelenjar susu agar mengeluarkan air susu.
|
Hormone diperlukan dalam jumlah tertentu. Jika suatu
hormon yang dihasilkan berkurang atau berlebih akan membawa dampak-dampak yang
tidak diinginkan. Jika pada masa anak-anak, sekresi hormon pertumbuhan berlebih
(hipersekresi) akan menyebabkan pertumbuhan raksasa (gigantisme). Bila
hipersekresi hormon pertumbuhan terjadi pada di usia dewasa, dapat menyebabkan
pertumbuhan tulang abnormal di lengan, kaki, dan kepala. Kondisi ini dikenal
sebagai akromegali. Sebaliknya, bila kekurangan hormon pertumbuhan pada masa
kanak-kanak menyebabkan kekerdilan
B.
Kelenjar Tiroid
Kelenjar Tiroid
Kelenjar
tiroid di leher bagian depan dan terdiri atas dua lobus. Kelenjar tiroid
menyekresikan hormon tiroksin dan kalsitonin. Fungsi dari kedua hormon ini
dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Tabel hormon-hormon yang
dihasilkan oleh kelanjar tiroid
Hormon
|
Fungsi
|
Tiroksin
|
Mengatur metabolisme tubuh (memacu
kecepatan reaksi kimia dalam sel tubuh, sehingga meningkatkan metabolisme
tubuh)
|
Kalsitonin
|
Menurunkan kadar kalsium darah dengan
cara meningkatkan penimbunan kalsium pada tulang keras, mengurangi
pengambilan kalsium dalam usus, atau mengurangi pengambilan kalsium dalam
ginjal.
|
Dalam memproduksi tiroksin, kelenjar tiroid memerlukan
iodium. Kekurangan iodium dalam jangka waktu yang lama mengakibatkan pembesaran
kelenjar.
Hipotirioditisme
(Kekurangan produksi hormon tiroksin menyebabkan penyakit kretinisme (kerdil
pada anak-anak) dan miksedema (pada orang dewasa). Miksedema ditandai dengan
laju metabolisme rendah, berat badan berlebihan, rambut rontok, dan bentuk
tubuh menjadi kasar. Kelebihan hormon tiroksin menyebabkan penyakit basedow,
yang ditandai mudah gugup, nadi dan napas cepat dengan tidak teratur, mulut
menganga, dan mata lebar.
C.
Kelenjar Paratiroid (Kelenjar Anak Gondok)
Kelenjar
paratiroid terletak di dekat kelenjar tiroid dan menghasilkan hormon paratiroid
(parathormon). Parathormon berperan untuk
meningkatkan pengeluaran fosfor oleh ginjal dan meningkatkan penyerapan
kalsium dari tulang.
D.
Kelenjar Adrenal
Kelenjar adrenal berupa struktur kecil
yang terletak di atas ginjal, sehingga disebut juga kelenjar anak ginjal
(suprarenalis). Kelenjar adrenal terdiri dari bagian luar dan bagian dalam.
Bagian luar (korteks) menghasilkan hormon kortison yang terdiri dari
mineralokortikoid dan glukokortikoid. Mineralokortikoid berfungsi untuk
membantu metabolisme garam natrium dan kalium serta menjaga keseimbangan hormon
kelamin. Glukokortikoid berfungsi membantu metabolism karbohidrat. Kekurangan
hormon kortison menyebabkan penyakit adison yang ditandai dengan kelelahan,
nafsu makan berkurang, mual, dan muntah-muntah.
Bagian
dalam (medula) menghasilkan hormon adrenalin (epinefrin). Hormon adrenalin memengaruhi
peningkatan denyut jantung, kecepatan pernapasan, dan meningkatkan tekanan
darah (menyempitkan pembuluh darah). Adrenalin bersama insulin berpengaruh
terhadap perubahan glikogen (gula dalam otot) menjadi glukosa (gula dalam
darah).
E.
Kelenjar Pulau-Pulau Langerhans
Kelenjar pulau-pulau langerhans
merupakan sekelompok sel yang terletak di dalam kelenjar pankreas. Hormon yang
dihasilkan adalah insulin dan glukagon. Hormon insulin dan glukagon bekerja
sama untuk mengatur kadar glukosa dalam darah. Bila kadar glukosa dalam darah
tinggi, insulin disekresikan sehingga glukosa diubah menjadi glikogen.
Sebaliknya, jika kadar glukosa dalam darah menurun, glukagon disekresikan yang
akan mengubah glikogen menjadi glukosa.
Kekurangan
hormon insulin akan menyebabkan penyakit diabetes melitus (kencing manis) yang
ditandai dengan meningkatnya kadar glukosa dalam darah. Kelebihan glukosa akan
dikeluarkan bersama urin. Tanda-tanda diabetes melitus yaitu sering
mengeluarkan urin dalam jumlah banyak, sering merasa haus dan lapar, serta
badan terasa lemas.
F. Kelenjar Kelamin
Kelenjar
kelamin terdiri atas testis sebagai kelenjar kelamin jantan (pria) dan ovarium
sebagai kelenjar kelamin betina (wanita). Jadi testis dan ovarium mempunyai
kegiatan endokrin selain fungsi utamanya untuk memproduksi selsel kelamin.
1) Ovarium,
menghasilkan hormon estrogen dan progesteron. Sekresinya diatur oleh hormon
yang dihasilkan kelenjar hipofisis. Estrogen berfungsi untuk menimbulkan dan
mempertahankan tanda-tanda kelamin sekunder pada wanita, misalnya perkembangan
pinggul, payudara, serta kulit menjadi halus. Progesteron berfungsi untuk
mempersiapkan dinding uterus agar dapat menerima ovum yang sudah dibuahi.
2) Testis,
menghasilkan hormon testosteron yang berfungsi merangsang pematangan sperma
(spermatogenesis) dan pembentukan tanda-tanda kelamin sekunder pada pria,
misalnya pertumbuhan kumis, janggut, bulu dada, jakun, dan membesarnya suara.
Sekresi hormon tersebut juga dirangsang oleh hormon yang dihasilkan oleh
hipofisis.
2.2
Hormon
Estrogen dan Progesteron
Progesteron
dan estrogen adalah dua hormon yang paling penting dalam tubuh wanita. Kedua
hormon ini adalah hormon steroid yang bertanggung jawab untuk berbagai
karakteristik dalam tubuh perempuan. Namun, ada banyak perbedaan antara kedua hormon
ini.
Estrogen,
progesteron dan testosteron adalah tiga hormon seks utama dalam tubuh wanita.
Mereka memainkan peran penting dalam proses kehamilan, siklus menstruasi, dll
dalam tubuh wanita. Ketika membandingkan estrogen dengan progesteron, telah diamati
bahwa ada banyak persamaan antara kedua hormon ini daripada perbedaannya.
Keseimbangan hormon ini harus dijaga. Estrogen, dan progesteron, bekerja sama
untuk mempertahankan siklus menstruasi yang normal dan kehamilan
Estrogen
(atau oestrogen) adalah sekelompok senyawa steroid yang berfungsi terutama
sebagai hormon seks wanita. Walaupun terdapat baik dalam tubuh pria maupun
wanita, kandungannya jauh lebih tinggi dalam tubuh wanita usia subur. Hormon
ini menyebabkan perkembangan dan mempertahankan tanda-tanda kelamin sekunder
pada wanita, seperti payudara, dan juga terlibat dalam penebalan endometrium
maupun dalam pengaturan siklus haid. Pada saat menopause, estrogen mulai
berkurang sehingga dapat menimbulkan beberapa efek, di antaranya hot flash,
berkeringat pada waktu tidur, dan kecemasan yang berlebihan.
Fungsi
lain dari estrogen adalah untuk memfasilitasi pembuahan. Selama siklus
menstruasi, hal itu mendorong pertumbuhan dan perkembangan dinding rahim dalam
persiapan untuk kemungkinan implantasi telur yang dibuahi. Sebuah lonjakan
dalam tingkat yang pertengahan siklus menstruasi mendorong ovulasi. Estrogen
juga memainkan peran penting dalam memungkinkan pembuahan telur, karena
membantu leher rahim menghasilkan cairan, encer lendir yang memfasilitasi transportasi
sperma ke telur yang matang.
Meskipun
banyak orang berpikir bahwa satu-satunya fungsi estrogen adalah untuk membantu
saluran reproduksi wanita, estrogen sebenarnya memiliki banyak tujuan lain di
berbagai bagian tubuh. Hal ini memainkan peran penting dalam metabolisme
tulang, seperti menurunkan pergantian sel-sel tulang, dan dengan demikian
mendorong mempunyai kepadatan mineral tulang yang kuat. Peran ini menjadi jelas
setelah wanita memasuki masa menopause dan mengalami penurunan kadar estrogen dalam
tubuh mereka karena penurunan kepadatan mineral tulang mereka, menempatkan
mereka pada risiko untuk mengembangkan osteoporosis. Bahkan, obat-obatan
tertentu yang digunakan untuk mengobati osteoporosis memiliki efek seperti
estrogen dalam tubuh untuk meningkatkan kepadatan tulang.
Progesteron
adalah hormon yang dikeluarkan oleh sistem reproduksi wanita yang berfungsi
terutama untuk mengatur kondisi lapisan dalam (endometrium) rahim. Progesteron
diproduksi oleh ovarium, plasenta, dan kelenjar adrenal. Progestin adalah
istilah digunakan untuk menggambarkan progesteron dan hormon steroid sintetis
dengan sifat seperti progesteron, misalnya levonorgestrel progestogen..
Fungsi
Progesteron:
•
Meningkatkan dan mempertahankan kehamilan
•
Diuretik; mengurangi retensi air
•
Meningkatkan fungsi tiroid
•
antidepresan alami dan hormon anti-kecemasan
•
Meningkatkan libido (hasrat seksual)
•
Mengurangi kontraksi rahim (kram). Baik untuk kram menstruasi
•
Penurunan reseptor estrogen
•
Meningkatkan pematangan sel alami (penurunan risiko kanker)
•
Menyusutnya multiplikasi sel yang disebabkan oleh estrogen
•
Meningkatkan kematian sel normal
•
Penurunan frekuensi seizurs
·
Persamaannya
Selama
proses ovulasi, tingkat estrogen meningkatkan dalam tubuh. Tingkat progesteron
meningkat hanya ketika telur dilepaskan. Fugsi progesteron mempersiapkan rahim
untuk implantasi dan juga menjaga elastisitasnya. Fungsi estrogen menebalkan
endometrium dan mempersiapkannya untuk kehamilan. Oleh karena itu, kedua hormon
ini memainkan peran penting dalam kehamilan.
·
Perbedaan
Ketika
berbicara tentang perbedaan estrogen dan progesteron, kita menemukan meskipun
kedua hormon diproduksi dalam indung telur, Hormon perangsang folikel
merangsang produksi estrogen, dan Hormon Luteinizing merangsang progesteron. Estrogen menciptakan proliferasi
endometrium, sedangkan progesteron diperlukan untuk menjaga endometrium
sekretori. Progesteron sangat penting untuk kelangsungan hidup embrio. Di sisi
lain, estrogen penting untuk ovulasi yang tepat. Kedua, perbedaan lain utama
antara keduanya adalah bahwa struktur kimianya sangat berbeda.
Kekurangan progesteron dapat
menyebabkan atau memperburuk:
·
Irregular / pendarahan berat
·
Payudara
·
Depresi, kelelahan, dan konsentrasi yang
buruk
·
payudara fibrokistik
·
PMS
·
Penurunan Libido
·
Pertumbuhan Fibroid
·
Endometriosis
·
retensi air dan kembung
·
kenaikan Lemak sekitar pinggul dan paha
·
Keropos tulang
·
Rambut rontok
·
Payudara dan kanker rahim
Kelebihan Progesteron:
·
Euphoria
·
penggunaan berlebihan yang berkepanjangan
menyebabkan gejala defisiensi progesterone

2.3
Teknologi KB
1. Pil
KB
Pil
KB dan Cara Kerjanya
Biasanya
pil KB dibagi atas:
• Pil
KB kombinasi (Combined Oral Contraceptives = COC) Mengandung 2 jenis hormon
wanita yaitu estrogen dan progesteron.
Mekanisme kerjanya untuk
mencegah kehamilan adalah sebagai berikut:
1. Mencegah
pematangan dan pelepasan sel telur
2. Mengentalkan
lendir leher rahim, sehingga menghalangi penetrasi sperma
3. Membuat
dinding rongga rahim tidak siap untuk menerima dan menghidupi hasil pembuahan
• Pil
KB progesteron (Mini pill = Progesterone Only Pill = POP) hanya berisi
progesteron, bekerja dengan mengentalkan cairan leher rahim dan membuat kondisi
rahim tidak menguntungkan bagi hasil pembuahan.
2. Kondom
Berikut
beberapa anjuran dan pantangan yang sebaiknya diperhatikan bagi calon pengguna
kondom, seperti dilansir Health24, Rabu (2/3/2011), yaitu:
Anjuran
1. Gunakan
kondom dengan pelumas (lubrikan) yang berbasis air atau silicon
2. Simpan
kondom pada tempat yang kering dan sejuk, tapi bukan di dalam lemari es yang
terlalu dingin.
3. Selalu
memeriksa tanggal kadaluarsa
4. Pasang
kondom pada penis sebelum ada kontak seksual dengan pasangan
5. Cari
kondom yang sesuai dengan ukuran Anda. Kondom yang terlalu kecil atau terlalu
besar tetap bisa berisiko menyebabkan kehamilan atau penularan penyakit kelamin.
6. Sebelum
membuka gulungan kondom, remas dengan lembut ujung kondom dengan ibu jari dan
jari telunjuk untuk memastikan ruang yang cukup untuk menampung air mani dan
mencegah adanya udara yang terperangkap.
7. Gunakan
kondom baru setiap kali akan berhubungan seksual
8. Tetap
gunakan kondom untuk hubungan seks anal (lewat dubur) dan seks oral.
Pantangan
1. Jangan
gunakan kondom yang melewati tanggal kedaluwarsa, yang biasanya agak rusak,
terasa lengket dan rapuh.
2. Jangan
gunakan kondom yang terbuat dari kulit hewan karena jenis tersebut tidak
melindungi terhadap penularan penyakit kelamin. Jika Anda alergi terhadap
kondom lateks, gunakan kondom yang terbuat dari poliuretan atau jenis plastik.
3. Jangan
menaruh kondom dalam tempat yang terpapar panas langsung (misal di saku
belakang atau kotak di dashboard mobil), cahaya (misal lampu atau sinar
matahari langsung), jauhkan dari benda keras (misal koin di dompet, kunci di
saku atau gunting kuku di tas).
4. Jangan
menggunakan gigi, kuku, gunting atau benda tajam lain untuk membuka pembungkus
kondom dan pastikan Anda menerawangkan di cahaya yang cukup untuk memastikan
bahwa kondom tidak rusak.
5. Jangan
gunakan pelumas yang mengandung minyak, lemak, baby oil, body lotion, minyak
goreng, lotion pijat atau tabir surya. Krim-krim tersebut dapat merusak kondom
dengan membuat lubang-lubang kecil.
6. Jangan
membuka gulungan kondom atau meniupkan udara ke dalamnya sebelumnya dimasukkan
ke dalam penis.
7. Jangan
mendobel kondom pada waktu yang sama, setelah pakai kondom terus ditimpa kondom
lagi.
8. Jangan
gunakan kondom pria dan wanita secara bersamaan dengan pasangan Anda karena
kedua kondom bisa menempel dan menjadi tidak efektif. Jadi salah satu saja yang
memakainya.
9. Jangan
membuang kondom bekas ke toilet karena bisa mencemari lingkungan.
3. KB Suntik
Penjelasan
tentang KB suntik
Kebanyakan
dari mereka memilih KB suntik karena mereka hanya perlu melakukannya 1 – 3
bulan sekali dan tidak perlu melalui proses trauma seperti pada saat pemasangan
spiral. Konstrasepsi suntik dinilai efektif, pemakaiannya yang praktis,
harganya relatif murah dan aman
Kontrasepsi
suntikan adalah salah satu cara untuk mencegah terjadinya kehamilan dengan
melalui suntikan hormonal. Kegagalan pada pemakai KB suntik hanya sekitar 0.3
kehamilan dari 100 pemakai pada tahun pertama pemakaian. ( 1 dari 333 pemakai
masih bisa hamil)
Cara
kerja KB suntik adalah dengan menghalangi terjadinya ovulasi / masa subur
dengan menghentikan keluarnya sel telur dari indung telur.Lendir vagina pun
menjadi lebih kental sehingga mempersulit sperma untuk masuk ke dalam rahim.
Dengan demikian kontrasepsi suntik mencegah terjadinya pertemuan sel telur dan
sperma.
4. IUD/ AKDR
·
AKDR ( Alat Kontrasepsi Dalam Rahim )
Adalah
alat Kontrasepsi yang dimasukan ke dalam rongga rahim, terbuat dari plastik fleksibel,
beberapa jenis IUD/SPIRAl dililit tembaga atau tembaga campur perak. IUD
bertembaga dapat dipakai 4 - 10 tahun.
·
Cara Kerja IUD/SPIRAL:
Mencegah
pembuahan sel telur oleh sperma, dan mencegah tertanamnya hasil pembuahan pada
selaput lendir rahim.
Keuntungan
Menggunakan IUD :
o
Praktis, efektif , ekonomis
o
Kesuburan dapat segera kembali jika IUD
dibuka/ dilepas
o
Tidak mengganggu pemberian ASI
o
Kerugian / Efek samping IUD/SPIRAL
o
Dapat keluar sendiri jika ukuran IUD tidak
cocok dengan rahim pemakai
o
Pendarahan lebih banyak dan lebih lama pada
saat menstruasi , kadang2 dapat disertai kram dan nyeri selama menstruasi yang
biasanya akan hilang setelah 3 bulan.
o
Dapat mengalami bercak pendarahan setelah 1
atau 2 hari pemasangan
Jangan
Menggunakan IUD/SPIRAL , jika :
o
Hamil atau diduga hamil.
o
Gangguan pendarahan dan peradangan alat
kelamin
o
Kecurigaan kanker kelamin dan tumor jinak
sereta radang pinggul.
2.4
Peranan
Hormon Estrogen dan Progesteron pada Teknologi KB
A.
Mekanisme kerja Estrogen
Estrogen disintesa dari kolesterol terutama di ovarium,
dan kelenjar lain misalnya kortek adrenal, testis dan plasenta. Estrogen
endogen pada manusia terdiri dari estriol, estradiol, dan estron.
Mekanisme
kerja estrogen dalam kontrasepsi adalah sebagai berikut :
1. Ovulasi
a. Estrogen menghambat ovulasi melalui efek pada
hipotalamus, yang kemudian mengakibatkan supresi pada FSH dan LH kelenjar
hipofise/
b. Penghambatan tersebut tampak dari tidak adanya estrogen
pada pertengahan siklus, tidak adanya puncak-puncak FSH dan LH pada pertengahan
siklus dan supresi post-ovulasi peninggian progesteron dalam serum dan
pregnandiol dalam urine yang terjadi dalam keadaan normal.
c. Ovulasi pun tidak selalu dihambat oleh estrogen dalam pil
oral kombinasi (yang berisi estrogen 50 mcg atau kurang), karena estrogen
mungkin hanya efektif 95-98% dalam menghambat ovulasi. Ovulasi juga bisa
terhambat karena efek progesteron pada lendir cervix dan lingkungan endometrium
serta tuba.
d. Produksi hormon-endogenous memang dihambat, tetapi tidak
seluruhnya. Masih ada sedikit estrogen yang dihasilkan ovarium seperti pada
fase folikuler dini siklus haid.
2. Implantasi
a. Implantasi dari blastocyst yang sedang berkembang terjadi
6 hari setelah fertilisasi, dan ini dapat dihambat bila lingkungan endometrium
tidak berada dalam keadaan optimal. Kadar estrogen atau progesteron yang
berlebihan atau kurang/ inadekuat atau keseimbangan estrogen-progesteron yang
tidak tepat, menyebabkan pola endometrium yang abnormal sehingga tidak baik
untuk implantasi.
b. Implantasi dari ovum yang telah dibuahi juga dapat
dihambat dengan estrogen dosis tinggi (diethylstilbestrol, ethinylestradiol)
yang diberikan sekitar pertengahan siklus pada sanggama yang tidak dilindungi,
dan ini disebabkan karena terganggunya perkembangan endometrium yang normal.
Efek inilah rupanya yang menjadi dasar bagi metode kontrasepsi pasca sanggama
atau post-coital.
3. Transpor gamet/ovum
Pada percobaan binatang, transpor gamet/ovum dipercepat
oleh estrogen dan ini disebabkan karena efek hormonal pada sekresi dan
peristaltik tuba serta kontraktilitas uterus.
4. Luteolisis
a. Yaitu degenerasi dari corpus luteum, yang menyebabkan
penurunan yang cepat dari produksi estrogen dan progesteron oleh ovarium, yang
selanjutnya menyebabkan dibuangnya jaringan endometrium. Untuk kelangsungan
kehamilan yang baik diperlukan fungsi corpus luteum yang baik.
b. Degenerasi dari
corpus luteum menyebabkan penurunan kadar progesteron serum dan selanjutnya
mencegah implantasi yang normal, merupakan efek yang mungkin disebabkan oleh
pemberian estrogen dosis tinggi pasca sanggama.
B.
Mekanisme Kerja Progesterone
Gestagen atau progesteron adalah hormone steroid yang
menyebabkan terjadinya transformasi sekretorik pada endometrium dan yang juga
sekaligus dapat mempertahankan kehamilan. Mekanisme kerja progesterone dalam
kontrasepsi adalah sebagai berikut :
1. Ovulasi
Ovulasi sendiri mungkin dapat dihambat
karena terganggunya fungsi poros hipotalamus-hipofisis-ovarium dan karena
modifikasi dari FSH dan LH pada pertengahan siklus yang disebabkan oleh
progesteron.
2. Implantasi
a. Implantasi mungkin dapat dicegah bila diberikan
progesteron pra-ovulasi. Ini yang menjadi dasar untuk membuat IUD yang
mengandung progesteron.
b. Pemberian progesteron-eksogenous dapat mengganggu kadar
puncak FSH dan LH, sehingga meskipun terjadi ovulasi produksi progesterone yang
berkurang dari corpus luteum menyebabkan penghambatan dari implantasi.
c. Pemberian progesterone secara sistemik dan untuk jangka
waktu yang lama menyebabkan endometrium mengalami keadaan “istirahat” dan
atropi.
3. Transpor Gamet atau Ovum
Pengangkutan ovum dapat diperlambat bila diberikan
progesterone sebelum terjadi fertilisasi.
4. Luteolisis
Pemberian jangka lama progesteron saja mungkin
menyebabkan fungsi corpus luteum yang tidak adekuat pada siklus haid sehingga
menghambat folikulogenesis.
5. Lendir serviks yang kental
a. Dalam 48 jam setelah pemberian progesteron, sudah tampak
lendir serviks yang kental, sehingga motilitas dan daya penetrasi dari
spermatozoa sangat terhambat.
b. Lendir serviks yang tidak cocok dengan sperma adalah
lendir yang jumlahnya sedikit, kental dan seluler serta kurang menunjukkan
ferning dan spinnbarkeit.
BAB III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
Kelenjar Kelamin Wanita (Ovarium), Menghasilkan sel telur
(ovum) dan hormon yang meliputi sebagai berikut.
c. Estrogen dihasilkan oleh sel-sel folikel.
d. Progesteron, dihasilkan oleh korpus luteum, yaitu bekas
folikel yang telah ditinggalkan ovum.
Kontrasepsi adalah alat untuk mencegah kehamilan setelah
berhubungan intim. Alat ini atau cara ini sifat tidak permanen dan memungkinkan
pasangan untuk mendapatkan anak apabila diinginkan. Ada berbagai macam jenis teknologi
KB yaitu :
1. Pil KB
2. Kondom
3. KB Suntik
4. IUD/ AKDR (Alat
Kontrasepsi Dalam Rahim)
3.2
Saran
Untuk
itu penulis menyarankan kepada pembaca :
1. Meningkatkan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan mensyukuri apa
yang telah Tuhan berikan begitu sempurna dalam tubuh kita
2. Sebelum memilih alat kotrasepsi sebaiknya anda harus memerhatikan
kesehatan tubuh dan juga efek dari alat yang anda pilih
DAFTAR PUSTAKA
Rahadian, Roans. “Teknologi
KB”. Maret 2011. http://roans-rahadian.blogspot.com/2011/03/teknologi-kb.html
Salam. “Maternitas iii
Fungsi Hormon”. Mei 2012. http://blogzsalam.blogspot.com/2012/05/maternitas-iii-fungsi-hormon-sebagai.html
Dianti, Sri. “Apa Fungsi
Hormon Estrogen”. Oktober 2014. http://www.sridianti.com/apa-fungsi-hormon-estrogen.html
Dianti, Sri. “Apakah Fungsi
Hormon Progesteron”. July 2014. http://www.sridianti.com/apakah-fungsi-progesteron.html
Putera, Eko. “Hormon
Estrogen dan Progesteron”. Januari 2013.http://ekoputerasampoerna.blogspot.com/2013/01/hormon-estrogen-dan-progesteron.html#sthash.Kk4qSrpu.dpuf
Luvita, Risa. “Makalah Farmakologi
Hormon Progeteron dan Kotrasepsi Hormonal”. Desember 2012. https://risaluvita.wordpress.com/2012/12/03/makalah-farmakologi-hormon-progesteron-dan-kontrasepsi-hormonal/

1 komentar:
makasih artikelnya admin,,,bermanfaat bagi banyak orang dan mudah di pahami,,di klik jugaArtikel kesehatan terbaru
Posting Komentar