Selasa, 28 April 2015

“Peranan Hormon Estrogen dan Progesteron dalam Teknologi KB(Keluarga Berencana)”

Diposting oleh Dita andina di 05.43

MAKALAH
 


“Peranan Hormon Estrogen dan Progesteron dalam Teknologi KB(Keluarga Berencana)”










Disusun oleh :
Nama              : Dita Andina
Kelas               : XI IPA 2
NIS                  : 131188
No. urut          : 12
Mata pelajaran: Biologi
Guru B.Studi    :ibu Warniaty S.Pd

SMA NEGERI 11 MAKASSAR
TAHUN 2015




Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat ALLAH SWT. Atas berkat dan rahmat-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas Biologi tentang makalah yang berjudul “Peranan Estrogen dan Progesteron dalam Teknologi KB(Keluarga Berencana)”. Shalawat yang senantiasa yang senantiasa tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW serta keluarga dan sahabat beliau.
Kami juga menyadari makalah ini tidak mungkin terselesaikan tanpa partisipasi semua pihak. Untuk itu kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada ibu Warniaty S.Pd sebagai guru bidang studi Biologi yang telah membimbing kami sehingga kami bisa menyelesaikan makalah ini
Suatu kebahagiaan tersendiri bagi kami dapat menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah ini meskipun melalui perjuangan dan berat dan sedikit menyita waktu, namun berkat doa dan dukungan dari semua pihak terutama keluarga, dan sahabat-sahabat, kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik.
Meskipun disadari Makalah ini jauh dari kesempurnaan namun harapan kami semoga dapat bermanfaat bagi rekan-rekan XI IPA 2.


Makassar,      April 2015



Penulis




DAFTAR ISI



 



 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1         Latar Belakang

Pada manusia dan beberapa binatang, progesteron diproduksi di ovarium (khususnya setelah ovulasi di corpus luteum), pada otak, selama kehamilan, dan pada plasenta. Pria dan wanita sama-sama memproduksi progesteron, namun wanita tercatat memproduksi hormon progesteron dua kali lebih banyak dibanding pria. Wanita menggunakan progesteron bersama dengan hormon wanita lain seperti estrogen untuk memfasilitasi proses reproduksi. Progesteron ditemukan di ovarium, kelenjar adrenal, dan plasenta.
Kelenjar Kelamin Wanita (Ovarium), Menghasilkan sel telur (ovum) dan hormon yang meliputi sebagai berikut.
a.    Estrogen dihasilkan oleh sel-sel folikel.
b.    Progesteron, dihasilkan oleh korpus luteum, yaitu bekas folikel yang telah ditinggalkan ovum.
Kontrasepsi adalah alat untuk mencegah kehamilan setelah berhubungan intim. Alat ini atau cara ini sifat tidak permanen dan memungkinkan pasangan untuk mendapatkan anak apabila diinginkan. Ada berbagai macam jenis teknologi KB yaitu :
1.    Pil KB
2.    Kondom
3.    KB Suntik
4.    IUD/ AKDR ( Alat Kontrasepsi Dalam Rahim )

1.2         Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan sebelumnya,maka permasalahan pokok penelitian ini adalah :
1.    Apakah yang dimaksud dengan sistem hormone
2.    Apakah yang dimaksud dengan hormone estrogen dan progesterone?
3.    Apakah yang dimaksud dengan teknologi KB(Keluarga Berencana)?
4.    Bagaimanakah peranan hormone estrogen dan progesterone pada teknologi KB(Keluarga Berencana)

1.3         Tujuan dan manfaat

a.    Tujuan
Tujuan yang utama untuk mengembangkan materi pembelajaran biologi dan agar dapat mencapai tujuan pembelajaran yaitu mengetahui peranan hormon estrogen dan progesteron pada teknologi KB
b.    Manfaat
1.    Teman-teman dan pembaca dapat mengetahui Apa yang dimaksud dengan sistem hormone
2.    Teman-teman dan pembaca dapat mengetahui Apa yang dimaksud dengan hormone estrogen dan progesterone?
3.    Teman-teman dan pembaca dapat mengetahui Apa yang dimaksud dengan teknologi KB(Keluarga Berencana)?
4.    Teman-teman dan pembaca dapat mengetahui Bagaimana peranan hormone estrogen dan progesterone pada teknologi KB(Keluarga Berencana)




BAB II

PEMBAHASAN

2.1         Sistem Hormon

Hormon berasal dari bahasa homaein yang berarti memacu. Hormon dihasilkan oleh kelenjar endokrin atau kelenjar buntu dan berfungsi untuk mengatur metabolism, pertumbuhan, perkembangan, reproduksi, dan tingkah laku. Hormone dibutuhkan pleh tubuh dalam jumlah sedikit tetapi mempunyai pengaruh besar.
Pada hakekatnya hormone dan saraf memiliki persamaan tugas dalam pengaturan kegiatan kegiatan tubuh. Perbedaannya meliputi kecepatan kerjanya, banyaknya organ tubuh yang dipengaruhi, kecepatan reaksi, dan sistem peredarannya. Perhatikan tabel berikut ini

Tabel perbedaan antara sistem saraf dengan hormon
Sistem Saraf
Sistem Hormon
Mengantarkan rangsangan dengan cepat
Mengantarkan rangsangan dengan lembut
Mengantarkan rangsangan secara kurang teratur
Mengantarkan rangsangan secara teratur
Rangsangan melalui serabut saraf
Rangsangan melalui darah
Hormon dihasilkan oleh kelenjar endokrin. Kelenjar endokrin tidak mempunyai saluran khusus sehingga juga disebut kelenjar buntu. Hormon dihasilkan oleh sel-sel kelenjar endokrin bila ada rangsangan saraf yang sesuai. Hormon diproduksi dalam jumlah yang sangat sedikit. Kemudian hormon diangkut oleh darah menuju ke sel, jaringan, atau organ target. Pada organ target, hormon mempengaruhi aktivitas enzim khusus, sehingga dapat mengatur berbagai aktivitas tubuh seperti metabolisme, reproduksi, pertumbuhan, dan perkembangan. Kelenjar endokrin pada manusia meliputi kelenjar hipofisis, tiroid, paratiroid, kelenjar adrenal, kelenjar kelamin, dan pankreas (kelenjar pulau-pulau langerhans).
A.    Kelenjar Hipofisis
Hipotalamus memainkan peranan penting dalam koordinasi sistem saraf dan hormone. Misalnya, otak mengirimkan informasi sensoris mengenai perubahan musim dan ketersediaan pasangan kawin ke hipotalamus melalui sinyal saraf. Kemudian, hipotalamus akan memicu pembebasan hormone reproduksi yang diperlukan untuk perkawinan.
Kelenjar hipofisis terletak di dasar otak, ukurannya sebesar biji ercis. Meskipun ukurannya kecil, kelenjar hipofisis berperan penting dalam sistem koordinasi tubuh. Kelenjar hipofisis mensekresikan berbagai macam hormon yang mengatur berbagai kegiatan dalam tubuh (mastergland).
Description: https://fembrisma.files.wordpress.com/2011/12/sistem-endokrin.png?w=627Hipotalamus menyekresikan dua buah hormone, yaitu hormon pembebas (releasing hormone) yang memacu kelenjar hipofisis untuk menyekresikan hormon-hormonnya dan hormon penghambat (inhibiting hormone) yang membuat kelenjar hipofisis berhenti menyekresikan hormon. Setiap hormon yang dikeluarkan oleh kelenjar hipofisis dikontrol oleh paling tidak satu hormone pembebas dan penghambat yang dihasilkan oleh hipotalamus.
Kelenjar hipofisis terdiri atas tiga lobus, yaitu lobus anterior, intermediate, dan posterior. Ketiga lobus ini menghasilkan banyak hormon yang sangat penting bagi tubuh kita. Karena itu, kelenjar hipofisis disebut juga master of gland. Hormon-hormon yang disekresikan oleh hipofisis dan fungsinya dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel hormon-hormon yang dihasilkan kelenjar hipofisis
Hormone
Fungsi
Lobus anterior
Memicu pertumbuhan dengan meningkatkan laju pembentukan protein di dalam sel.
Hormone pertumbuhan
Laktotropik hormone (LTH)           
Merangsang produksi air susu
Thyroid stimulating hormone (TSH)
Mengontrol sekresi hormone oleh kelenjar tiroid
Adrenocorticotropic hormone (ACTH)
Mengontrol sekresi hormone oleh korteks adrenal
Follicle stimulating hormone (FSH)
1.    Pada wanita, merangsang perkembangan folikel pada ovarium dan sekresi estrogen
2.    Pada pria, memicu testis untuk menghasilkan sperma
Luiteinizing hormone (LH)
1.    Pada wanita, menstimulasi ovulasi dan sekresi progesterone
2.    Pada pria, menstimulasi sel interstisial untuk menghasilkan testosteron
Lobus intermediat

Mempengaruhi pigmentasi kulit
Melanosit stimulating hormone (MSH)

Lobus posterior

Hormon antidiuretik (ADH) atau vasopresin
Menurunkan volume urin dengan cara menyerap air dari ginjal dan meningkatkan tekanan darah
Oksitosin      
Memacu kontraksi uterus selama proses melahirkan dan kelenjar susu agar mengeluarkan air susu.
           
            Hormone diperlukan dalam jumlah tertentu. Jika suatu hormon yang dihasilkan berkurang atau berlebih akan membawa dampak-dampak yang tidak diinginkan. Jika pada masa anak-anak, sekresi hormon pertumbuhan berlebih (hipersekresi) akan menyebabkan pertumbuhan raksasa (gigantisme). Bila hipersekresi hormon pertumbuhan terjadi pada di usia dewasa, dapat menyebabkan pertumbuhan tulang abnormal di lengan, kaki, dan kepala. Kondisi ini dikenal sebagai akromegali. Sebaliknya, bila kekurangan hormon pertumbuhan pada masa kanak-kanak menyebabkan kekerdilan
B.   Description: https://fembrisma.files.wordpress.com/2011/12/kelenjar-tiroid.jpg?w=627Kelenjar Tiroid
Kelenjar tiroid di leher bagian depan dan terdiri atas dua lobus. Kelenjar tiroid menyekresikan hormon tiroksin dan kalsitonin. Fungsi dari kedua hormon ini dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Tabel hormon-hormon yang dihasilkan oleh kelanjar tiroid
Hormon
Fungsi
Tiroksin
Mengatur metabolisme tubuh (memacu kecepatan reaksi kimia dalam sel tubuh, sehingga meningkatkan metabolisme tubuh)
Kalsitonin
Menurunkan kadar kalsium darah dengan cara meningkatkan penimbunan kalsium pada tulang keras, mengurangi pengambilan kalsium dalam usus, atau mengurangi pengambilan kalsium dalam ginjal.
            Dalam memproduksi tiroksin, kelenjar tiroid memerlukan iodium. Kekurangan iodium dalam jangka waktu yang lama mengakibatkan pembesaran kelenjar.
Hipotirioditisme (Kekurangan produksi hormon tiroksin menyebabkan penyakit kretinisme (kerdil pada anak-anak) dan miksedema (pada orang dewasa). Miksedema ditandai dengan laju metabolisme rendah, berat badan berlebihan, rambut rontok, dan bentuk tubuh menjadi kasar. Kelebihan hormon tiroksin menyebabkan penyakit basedow, yang ditandai mudah gugup, nadi dan napas cepat dengan tidak teratur, mulut menganga, dan mata lebar.
C.   Kelenjar Paratiroid (Kelenjar Anak Gondok)
Kelenjar paratiroid terletak di dekat kelenjar tiroid dan menghasilkan hormon paratiroid (parathormon). Parathormon berperan untuk  meningkatkan pengeluaran fosfor oleh ginjal dan meningkatkan penyerapan kalsium dari tulang.
D.   Kelenjar Adrenal

Description: https://fembrisma.files.wordpress.com/2011/12/kelenjar-adrenal.jpg?w=627Kelenjar adrenal berupa struktur kecil yang terletak di atas ginjal, sehingga disebut juga kelenjar anak ginjal (suprarenalis). Kelenjar adrenal terdiri dari bagian luar dan bagian dalam. Bagian luar (korteks) menghasilkan hormon kortison yang terdiri dari mineralokortikoid dan glukokortikoid. Mineralokortikoid berfungsi untuk membantu metabolisme garam natrium dan kalium serta menjaga keseimbangan hormon kelamin. Glukokortikoid berfungsi membantu metabolism karbohidrat. Kekurangan hormon kortison menyebabkan penyakit adison yang ditandai dengan kelelahan, nafsu makan berkurang, mual, dan muntah-muntah.
Bagian dalam (medula) menghasilkan hormon adrenalin (epinefrin). Hormon adrenalin memengaruhi peningkatan denyut jantung, kecepatan pernapasan, dan meningkatkan tekanan darah (menyempitkan pembuluh darah). Adrenalin bersama insulin berpengaruh terhadap perubahan glikogen (gula dalam otot) menjadi glukosa (gula dalam darah).

E.   Kelenjar Pulau-Pulau Langerhans
Description: https://fembrisma.files.wordpress.com/2011/12/pulau-langerhans.jpg?w=627Kelenjar pulau-pulau langerhans merupakan sekelompok sel yang terletak di dalam kelenjar pankreas. Hormon yang dihasilkan adalah insulin dan glukagon. Hormon insulin dan glukagon bekerja sama untuk mengatur kadar glukosa dalam darah. Bila kadar glukosa dalam darah tinggi, insulin disekresikan sehingga glukosa diubah menjadi glikogen. Sebaliknya, jika kadar glukosa dalam darah menurun, glukagon disekresikan yang akan mengubah glikogen menjadi glukosa. 
Kekurangan hormon insulin akan menyebabkan penyakit diabetes melitus (kencing manis) yang ditandai dengan meningkatnya kadar glukosa dalam darah. Kelebihan glukosa akan dikeluarkan bersama urin. Tanda-tanda diabetes melitus yaitu sering mengeluarkan urin dalam jumlah banyak, sering merasa haus dan lapar, serta badan terasa lemas.

F. Kelenjar Kelamin
Kelenjar kelamin terdiri atas testis sebagai kelenjar kelamin jantan (pria) dan ovarium sebagai kelenjar kelamin betina (wanita). Jadi testis dan ovarium mempunyai kegiatan endokrin selain fungsi utamanya untuk memproduksi selsel kelamin.
1)    Ovarium, menghasilkan hormon estrogen dan progesteron. Sekresinya diatur oleh hormon yang dihasilkan kelenjar hipofisis. Estrogen berfungsi untuk menimbulkan dan mempertahankan tanda-tanda kelamin sekunder pada wanita, misalnya perkembangan pinggul, payudara, serta kulit menjadi halus. Progesteron berfungsi untuk mempersiapkan dinding uterus agar dapat menerima ovum yang sudah dibuahi.
2)    Testis, menghasilkan hormon testosteron yang berfungsi merangsang pematangan sperma (spermatogenesis) dan pembentukan tanda-tanda kelamin sekunder pada pria, misalnya pertumbuhan kumis, janggut, bulu dada, jakun, dan membesarnya suara. Sekresi hormon tersebut juga dirangsang oleh hormon yang dihasilkan oleh hipofisis.

2.2         Hormon Estrogen dan Progesteron

Progesteron dan estrogen adalah dua hormon yang paling penting dalam tubuh wanita. Kedua hormon ini adalah hormon steroid yang bertanggung jawab untuk berbagai karakteristik dalam tubuh perempuan. Namun, ada banyak perbedaan antara kedua hormon ini.
Estrogen, progesteron dan testosteron adalah tiga hormon seks utama dalam tubuh wanita. Mereka memainkan peran penting dalam proses kehamilan, siklus menstruasi, dll dalam tubuh wanita. Ketika membandingkan estrogen dengan progesteron, telah diamati bahwa ada banyak persamaan antara kedua hormon ini daripada perbedaannya. Keseimbangan hormon ini harus dijaga. Estrogen, dan progesteron, bekerja sama untuk mempertahankan siklus menstruasi yang normal dan kehamilan
Estrogen (atau oestrogen) adalah sekelompok senyawa steroid yang berfungsi terutama sebagai hormon seks wanita. Walaupun terdapat baik dalam tubuh pria maupun wanita, kandungannya jauh lebih tinggi dalam tubuh wanita usia subur. Hormon ini menyebabkan perkembangan dan mempertahankan tanda-tanda kelamin sekunder pada wanita, seperti payudara, dan juga terlibat dalam penebalan endometrium maupun dalam pengaturan siklus haid. Pada saat menopause, estrogen mulai berkurang sehingga dapat menimbulkan beberapa efek, di antaranya hot flash, berkeringat pada waktu tidur, dan kecemasan yang berlebihan.
Fungsi lain dari estrogen adalah untuk memfasilitasi pembuahan. Selama siklus menstruasi, hal itu mendorong pertumbuhan dan perkembangan dinding rahim dalam persiapan untuk kemungkinan implantasi telur yang dibuahi. Sebuah lonjakan dalam tingkat yang pertengahan siklus menstruasi mendorong ovulasi. Estrogen juga memainkan peran penting dalam memungkinkan pembuahan telur, karena membantu leher rahim menghasilkan cairan, encer lendir yang memfasilitasi transportasi sperma ke telur yang matang.
Meskipun banyak orang berpikir bahwa satu-satunya fungsi estrogen adalah untuk membantu saluran reproduksi wanita, estrogen sebenarnya memiliki banyak tujuan lain di berbagai bagian tubuh. Hal ini memainkan peran penting dalam metabolisme tulang, seperti menurunkan pergantian sel-sel tulang, dan dengan demikian mendorong mempunyai kepadatan mineral tulang yang kuat. Peran ini menjadi jelas setelah wanita memasuki masa menopause dan mengalami penurunan kadar estrogen dalam tubuh mereka karena penurunan kepadatan mineral tulang mereka, menempatkan mereka pada risiko untuk mengembangkan osteoporosis. Bahkan, obat-obatan tertentu yang digunakan untuk mengobati osteoporosis memiliki efek seperti estrogen dalam tubuh untuk meningkatkan kepadatan tulang.
Progesteron adalah hormon yang dikeluarkan oleh sistem reproduksi wanita yang berfungsi terutama untuk mengatur kondisi lapisan dalam (endometrium) rahim. Progesteron diproduksi oleh ovarium, plasenta, dan kelenjar adrenal. Progestin adalah istilah digunakan untuk menggambarkan progesteron dan hormon steroid sintetis dengan sifat seperti progesteron, misalnya levonorgestrel progestogen..
Fungsi Progesteron:
• Meningkatkan dan mempertahankan kehamilan
• Diuretik; mengurangi retensi air
• Meningkatkan fungsi tiroid
• antidepresan alami dan hormon anti-kecemasan
• Meningkatkan libido (hasrat seksual)
• Mengurangi kontraksi rahim (kram). Baik untuk kram menstruasi
• Penurunan reseptor estrogen
• Meningkatkan pematangan sel alami (penurunan risiko kanker)
• Menyusutnya multiplikasi sel yang disebabkan oleh estrogen
• Meningkatkan kematian sel normal
• Penurunan frekuensi seizurs
·         Persamaannya
Selama proses ovulasi, tingkat estrogen meningkatkan dalam tubuh. Tingkat progesteron meningkat hanya ketika telur dilepaskan. Fugsi progesteron mempersiapkan rahim untuk implantasi dan juga menjaga elastisitasnya. Fungsi estrogen menebalkan endometrium dan mempersiapkannya untuk kehamilan. Oleh karena itu, kedua hormon ini memainkan peran penting dalam kehamilan.
·         Perbedaan
Ketika berbicara tentang perbedaan estrogen dan progesteron, kita menemukan meskipun kedua hormon diproduksi dalam indung telur, Hormon perangsang folikel merangsang produksi estrogen, dan Hormon Luteinizing merangsang  progesteron. Estrogen menciptakan proliferasi endometrium, sedangkan progesteron diperlukan untuk menjaga endometrium sekretori. Progesteron sangat penting untuk kelangsungan hidup embrio. Di sisi lain, estrogen penting untuk ovulasi yang tepat. Kedua, perbedaan lain utama antara keduanya adalah bahwa struktur kimianya sangat berbeda.

Kekurangan progesteron dapat menyebabkan atau memperburuk:
·         Irregular / pendarahan berat
·         Payudara
·         Depresi, kelelahan, dan konsentrasi yang buruk
·         payudara fibrokistik
·         PMS
·         Penurunan Libido
·         Pertumbuhan Fibroid
·         Endometriosis
·         retensi air dan kembung
·         kenaikan Lemak sekitar pinggul dan paha
·         Keropos tulang
·         Rambut rontok
·         Payudara dan kanker rahim

Kelebihan Progesteron:
·         Euphoria
·         penggunaan berlebihan yang berkepanjangan menyebabkan gejala defisiensi progesterone

2.3         Teknologi KB

1.   Pil KB
Pil KB dan Cara Kerjanya
Biasanya pil KB dibagi atas:
      Pil KB kombinasi (Combined Oral Contraceptives = COC) Mengandung 2 jenis hormon wanita yaitu estrogen dan progesteron.
Mekanisme kerjanya untuk mencegah kehamilan adalah sebagai berikut:
1.    Mencegah pematangan dan pelepasan sel telur
2.    Mengentalkan lendir leher rahim, sehingga menghalangi penetrasi sperma
3.    Membuat dinding rongga rahim tidak siap untuk menerima dan menghidupi hasil pembuahan
      Pil KB progesteron (Mini pill = Progesterone Only Pill = POP) hanya berisi progesteron, bekerja dengan mengentalkan cairan leher rahim dan membuat kondisi rahim tidak menguntungkan bagi hasil pembuahan.
2.   Kondom
Berikut beberapa anjuran dan pantangan yang sebaiknya diperhatikan bagi calon pengguna kondom, seperti dilansir Health24, Rabu (2/3/2011), yaitu:

Anjuran
1.    Gunakan kondom dengan pelumas (lubrikan) yang berbasis air atau silicon
2.    Simpan kondom pada tempat yang kering dan sejuk, tapi bukan di dalam lemari es yang terlalu dingin.
3.    Selalu memeriksa tanggal kadaluarsa
4.    Pasang kondom pada penis sebelum ada kontak seksual dengan pasangan
5.    Cari kondom yang sesuai dengan ukuran Anda. Kondom yang terlalu kecil atau terlalu besar tetap bisa berisiko menyebabkan kehamilan atau penularan penyakit kelamin.
6.    Sebelum membuka gulungan kondom, remas dengan lembut ujung kondom dengan ibu jari dan jari telunjuk untuk memastikan ruang yang cukup untuk menampung air mani dan mencegah adanya udara yang terperangkap.
7.    Gunakan kondom baru setiap kali akan berhubungan seksual
8.    Tetap gunakan kondom untuk hubungan seks anal (lewat dubur) dan seks oral.
Pantangan
1.    Jangan gunakan kondom yang melewati tanggal kedaluwarsa, yang biasanya agak rusak, terasa lengket dan rapuh.
2.    Jangan gunakan kondom yang terbuat dari kulit hewan karena jenis tersebut tidak melindungi terhadap penularan penyakit kelamin. Jika Anda alergi terhadap kondom lateks, gunakan kondom yang terbuat dari poliuretan atau jenis plastik.
3.    Jangan menaruh kondom dalam tempat yang terpapar panas langsung (misal di saku belakang atau kotak di dashboard mobil), cahaya (misal lampu atau sinar matahari langsung), jauhkan dari benda keras (misal koin di dompet, kunci di saku atau gunting kuku di tas).
4.    Jangan menggunakan gigi, kuku, gunting atau benda tajam lain untuk membuka pembungkus kondom dan pastikan Anda menerawangkan di cahaya yang cukup untuk memastikan bahwa kondom tidak rusak.
5.    Jangan gunakan pelumas yang mengandung minyak, lemak, baby oil, body lotion, minyak goreng, lotion pijat atau tabir surya. Krim-krim tersebut dapat merusak kondom dengan membuat lubang-lubang kecil.
6.    Jangan membuka gulungan kondom atau meniupkan udara ke dalamnya sebelumnya dimasukkan ke dalam penis.
7.    Jangan mendobel kondom pada waktu yang sama, setelah pakai kondom terus ditimpa kondom lagi.
8.    Jangan gunakan kondom pria dan wanita secara bersamaan dengan pasangan Anda karena kedua kondom bisa menempel dan menjadi tidak efektif. Jadi salah satu saja yang memakainya.
9.    Jangan membuang kondom bekas ke toilet karena bisa mencemari lingkungan.
3.    KB Suntik
Penjelasan tentang KB suntik
Kebanyakan dari mereka memilih KB suntik karena mereka hanya perlu melakukannya 1 – 3 bulan sekali dan tidak perlu melalui proses trauma seperti pada saat pemasangan spiral. Konstrasepsi suntik dinilai efektif, pemakaiannya yang praktis, harganya relatif murah dan aman
Kontrasepsi suntikan adalah salah satu cara untuk mencegah terjadinya kehamilan dengan melalui suntikan hormonal. Kegagalan pada pemakai KB suntik hanya sekitar 0.3 kehamilan dari 100 pemakai pada tahun pertama pemakaian. ( 1 dari 333 pemakai masih bisa hamil)
Cara kerja KB suntik adalah dengan menghalangi terjadinya ovulasi / masa subur dengan menghentikan keluarnya sel telur dari indung telur.Lendir vagina pun menjadi lebih kental sehingga mempersulit sperma untuk masuk ke dalam rahim. Dengan demikian kontrasepsi suntik mencegah terjadinya pertemuan sel telur dan sperma.
4.    IUD/ AKDR
·         AKDR ( Alat Kontrasepsi Dalam Rahim )
Adalah alat Kontrasepsi yang dimasukan ke dalam rongga rahim, terbuat dari plastik fleksibel, beberapa jenis IUD/SPIRAl dililit tembaga atau tembaga campur perak. IUD bertembaga dapat dipakai 4 - 10 tahun.
·         Cara Kerja IUD/SPIRAL:
Mencegah pembuahan sel telur oleh sperma, dan mencegah tertanamnya hasil pembuahan pada selaput lendir rahim.
Keuntungan Menggunakan IUD :
o   Praktis, efektif , ekonomis
o   Kesuburan dapat segera kembali jika IUD dibuka/ dilepas
o   Tidak mengganggu pemberian ASI
o   Kerugian / Efek samping IUD/SPIRAL
o   Dapat keluar sendiri jika ukuran IUD tidak cocok dengan rahim pemakai
o   Pendarahan lebih banyak dan lebih lama pada saat menstruasi , kadang2 dapat disertai kram dan nyeri selama menstruasi yang biasanya akan hilang setelah 3 bulan.
o   Dapat mengalami bercak pendarahan setelah 1 atau 2 hari pemasangan
Jangan Menggunakan IUD/SPIRAL , jika :
o   Hamil atau diduga hamil.
o   Gangguan pendarahan dan peradangan alat kelamin
o   Kecurigaan kanker kelamin dan tumor jinak sereta radang pinggul.

2.4         Peranan Hormon Estrogen dan Progesteron pada Teknologi KB

A.   Mekanisme kerja Estrogen
Estrogen disintesa dari kolesterol terutama di ovarium, dan kelenjar lain misalnya kortek adrenal, testis dan plasenta. Estrogen endogen pada manusia terdiri dari estriol, estradiol, dan estron.
Mekanisme kerja estrogen dalam kontrasepsi adalah sebagai berikut :
1.      Ovulasi
a.    Estrogen menghambat ovulasi melalui efek pada hipotalamus, yang kemudian mengakibatkan supresi pada FSH dan LH kelenjar hipofise/
b.    Penghambatan tersebut tampak dari tidak adanya estrogen pada pertengahan siklus, tidak adanya puncak-puncak FSH dan LH pada pertengahan siklus dan supresi post-ovulasi peninggian progesteron dalam serum dan pregnandiol dalam urine yang terjadi dalam keadaan normal.
c.    Ovulasi pun tidak selalu dihambat oleh estrogen dalam pil oral kombinasi (yang berisi estrogen 50 mcg atau kurang), karena estrogen mungkin hanya efektif 95-98% dalam menghambat ovulasi. Ovulasi juga bisa terhambat karena efek progesteron pada lendir cervix dan lingkungan endometrium serta tuba.
d.    Produksi hormon-endogenous memang dihambat, tetapi tidak seluruhnya. Masih ada sedikit estrogen yang dihasilkan ovarium seperti pada fase folikuler dini siklus haid.
2.      Implantasi
a.    Implantasi dari blastocyst yang sedang berkembang terjadi 6 hari setelah fertilisasi, dan ini dapat dihambat bila lingkungan endometrium tidak berada dalam keadaan optimal. Kadar estrogen atau progesteron yang berlebihan atau kurang/ inadekuat atau keseimbangan estrogen-progesteron yang tidak tepat, menyebabkan pola endometrium yang abnormal sehingga tidak baik untuk implantasi.
b.    Implantasi dari ovum yang telah dibuahi juga dapat dihambat dengan estrogen dosis tinggi (diethylstilbestrol, ethinylestradiol) yang diberikan sekitar pertengahan siklus pada sanggama yang tidak dilindungi, dan ini disebabkan karena terganggunya perkembangan endometrium yang normal. Efek inilah rupanya yang menjadi dasar bagi metode kontrasepsi pasca sanggama atau post-coital.
3.      Transpor gamet/ovum
Pada percobaan binatang, transpor gamet/ovum dipercepat oleh estrogen dan ini disebabkan karena efek hormonal pada sekresi dan peristaltik tuba serta kontraktilitas uterus.
4.      Luteolisis
a.    Yaitu degenerasi dari corpus luteum, yang menyebabkan penurunan yang cepat dari produksi estrogen dan progesteron oleh ovarium, yang selanjutnya menyebabkan dibuangnya jaringan endometrium. Untuk kelangsungan kehamilan yang baik diperlukan fungsi corpus luteum yang baik.
b.     Degenerasi dari corpus luteum menyebabkan penurunan kadar progesteron serum dan selanjutnya mencegah implantasi yang normal, merupakan efek yang mungkin disebabkan oleh pemberian estrogen dosis tinggi pasca sanggama.
B.   Mekanisme Kerja Progesterone
Gestagen atau progesteron adalah hormone steroid yang menyebabkan terjadinya transformasi sekretorik pada endometrium dan yang juga sekaligus dapat mempertahankan kehamilan. Mekanisme kerja progesterone dalam kontrasepsi adalah sebagai berikut :
1.    Ovulasi
Ovulasi sendiri mungkin dapat dihambat karena terganggunya fungsi poros hipotalamus-hipofisis-ovarium dan karena modifikasi dari FSH dan LH pada pertengahan siklus yang disebabkan oleh progesteron.
2.    Implantasi
a.    Implantasi mungkin dapat dicegah bila diberikan progesteron pra-ovulasi. Ini yang menjadi dasar untuk membuat IUD yang mengandung progesteron.
b.    Pemberian progesteron-eksogenous dapat mengganggu kadar puncak FSH dan LH, sehingga meskipun terjadi ovulasi produksi progesterone yang berkurang dari corpus luteum menyebabkan penghambatan dari implantasi.
c.    Pemberian progesterone secara sistemik dan untuk jangka waktu yang lama menyebabkan endometrium mengalami keadaan “istirahat” dan atropi.
3.    Transpor Gamet atau Ovum
Pengangkutan ovum dapat diperlambat bila diberikan progesterone sebelum terjadi fertilisasi.
4.    Luteolisis
Pemberian jangka lama progesteron saja mungkin menyebabkan fungsi corpus luteum yang tidak adekuat pada siklus haid sehingga menghambat folikulogenesis.
5.    Lendir serviks yang kental
a.    Dalam 48 jam setelah pemberian progesteron, sudah tampak lendir serviks yang kental, sehingga motilitas dan daya penetrasi dari spermatozoa sangat terhambat.
b.    Lendir serviks yang tidak cocok dengan sperma adalah lendir yang jumlahnya sedikit, kental dan seluler serta kurang menunjukkan ferning dan spinnbarkeit.

BAB III

PENUTUP

3.1         Kesimpulan

Kelenjar Kelamin Wanita (Ovarium), Menghasilkan sel telur (ovum) dan hormon yang meliputi sebagai berikut.
c.    Estrogen dihasilkan oleh sel-sel folikel.
d.    Progesteron, dihasilkan oleh korpus luteum, yaitu bekas folikel yang telah ditinggalkan ovum.
Kontrasepsi adalah alat untuk mencegah kehamilan setelah berhubungan intim. Alat ini atau cara ini sifat tidak permanen dan memungkinkan pasangan untuk mendapatkan anak apabila diinginkan. Ada berbagai macam jenis teknologi KB yaitu :
1.    Pil KB
2.    Kondom
3.    KB Suntik
4.    IUD/ AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim)

3.2         Saran

Untuk itu penulis menyarankan kepada pembaca :
1.    Meningkatkan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan mensyukuri apa yang telah Tuhan berikan begitu sempurna dalam tubuh kita
2.    Sebelum memilih alat kotrasepsi sebaiknya anda harus memerhatikan kesehatan tubuh dan juga efek dari alat yang anda pilih



DAFTAR PUSTAKA


Rahadian, Roans. “Teknologi KB”. Maret 2011. http://roans-rahadian.blogspot.com/2011/03/teknologi-kb.html

Salam. “Maternitas iii Fungsi Hormon”. Mei 2012. http://blogzsalam.blogspot.com/2012/05/maternitas-iii-fungsi-hormon-sebagai.html

Dianti, Sri. “Apa Fungsi Hormon Estrogen”. Oktober 2014. http://www.sridianti.com/apa-fungsi-hormon-estrogen.html

Dianti, Sri. “Apakah Fungsi Hormon Progesteron”. July 2014.  http://www.sridianti.com/apakah-fungsi-progesteron.html



Luvita, Risa. “Makalah Farmakologi Hormon Progeteron dan Kotrasepsi Hormonal”. Desember 2012. https://risaluvita.wordpress.com/2012/12/03/makalah-farmakologi-hormon-progesteron-dan-kontrasepsi-hormonal/

1 komentar:

Unknown on 27 Februari 2016 pukul 08.02 mengatakan...

makasih artikelnya admin,,,bermanfaat bagi banyak orang dan mudah di pahami,,di klik jugaArtikel kesehatan terbaru

Posting Komentar

 

story of my life Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template | Ugg Boots Sale | web hosting